Salah satu rangkaian tur perpisahan band rock asal Kanada, Sum 41 akhirnya juga dijadwalkan mampir di Indonesia. Adalah Ravel Entertainment yang menginisiasi, promoter yang sudah dikenal luas lewat hajatan akbar Hammersonic Festival dan Soundrenaline Festival.

Sum 41 yang masih diperkuat formasi Deryck Whibley (vokal), Dave ‘Brownsound’ Baksh (gitar), Jason ‘Cone’ McCaslin (bass), Tom Thacker (gitar) dan Frank Zummo (dram) akan menyapa para Skumfuks (sebutan untuk penggemarnya) di Indonesia sekaligus mengucapkan perpisahan kepada para pemujanya pada 1 Maret 2024 mendatang. Lokasi konser berjudul “Tour of the Setting Sum” tersebut bakal digelar di Uptown Park, Summarecon Mall Serpong, Tangerang.

Pada Mei 2023 lalu, Sum 41 mengumumkan bahwa mereka bubar setelah 27 tahun berkarir (dibentuk pada 1996 silam) dan akan melakukan tur perpisahan serta merilis album terakhir yang bertajuk “Heaven :X: Hell” pada 29 Maret 2024.

Sum 41 menjadi salah satu band yang menggairahkan kemunculan pop-punk awal 2000-an silam, yang antara lain dipicu lagu-lagu mereka yang berhasil menembus berbagai peringkat lagu terlaris. Sebutlah di antaranya seperti “The Hell Song”, “Fat Lip”, “We’re All to Blame”, “Pieces”, “Underclass Hero”, “What We’re All About”, “Makes No Difference”, “Over My Head (Better Off Dead)”, hingga “In Too Deep”. Juga video-video musik mereka yang ditayangkan secara besar-besaran di saluran televisi musik MTV saat itu.

“Fat Lip” dan “What We’re All About” masing-masing juga terpilih sebagai lagu soundtrack film “American Pie 2” (2001) dan “Spider-Man” (2002). 

Album pertama Sum 41 berjudul “All Killer No Filler” yang dirilis pada Mei 2001 banyak mencapai kesuksesan lewat lagu andalan pertamanya, “Fat Lip”, yang mencapai nomor satu di tangga lagu Billboard Modern Rock Tracks dan tetap menjadi rilisan tunggal tersukses mereka hingga saat ini. Penjualan album “All Killer No Filler” sendiri juga mendapatkan sertifikasi platinum di Amerika Serikat dan Inggris serta triple platinum di Kanada.

Pada November 2002, band ini merilis “Does This Look Infected?” yang juga sukses secara komersial. Dua nomor unggulannya, “The Hell Song” serta “Still Waiting” berhasil menduduki peringkat tinggi di tangga lagu rock modern. Lalu pada 2012, lagu mereka yang berjudul “Blood In My Eyes” dinominasikan untuk kategori Best Hard Rock/Metal Performance di Grammy Awards.

Sejauh ini, Sum 41 sudah merilis album “All Killer No Filler”, “Does This Look Infected?”, “Chuck” (2004), “Underclass Hero” (2007), “Screaming Bloody Murder” (2011), “13 Voices” (2016) dan “Order in Decline” (2019).

“Konser ini akan menjadi konser yang penuh kenangan manis bagi para Skumfuks di Indonesia, karena ini adalah bagian dari tur perpisahan global Sum 41 dan juga menjadi terakhir kalinya bagi Deryck Whibley dan kawan-kawan menyapa penggemar di Indonesia sebelum mereka bubar,” ujar Talenta Regina Kaban, selaku Creative Director dari Ravel Entertainment.

Selain aksi panggung Sum 41, paket konser di Uptown Park juga bakalan menghadirkan Ignite, unit melodic hardcore asal California, AS. Mereka didapuk sebagai band pembuka. 

Bagi para Skumfuks yang berminat menyaksikan langsung konser Sum 41 tersebut, bisa membeli tiket seharga Rp. 858.000,- (Cat 1) dan Rp. 658.000,- (Cat 2). Tapi harga tersebut belum termasuk pajak dan biaya layanan. Penjualan tiket akan dimulai pada 8 Januari 2024, pada pukul 10.00 WIB, hanya di situs www.sum41jkt.com. 

Terus ikuti media sosial @ravelentertainment untuk info-info resmi terbaru dan terakurat mengenai konser Sum 41 tersebut. (*)