Therapy Session kembali dengan konsep baru yang lebih matang. Band modern rock/post-hardcore asal Bekasi Utara ini baru saja merilis lagu rilisan tunggal terbaru berjudul “Candala”, yang dicanangkan menjadi jembatan menuju album penuh yang sedang dalam proses penggarapan. 

“Candala” juga merupakan perkenalan untuk musik baru Therapy Session yang lebih fresh, yang menjadi nilai tambah untuk komposisi musik mereka kali ini. Lebih bervariasi, dengan penambahan programing untuk setiap lagu. 

Therapy Session menyebut “Candala” sangat spesial lantaran diproduksi dengan tingkat kematangan melebihi karya-karya mereka sebelumnya. 

“Kami menggabungkan banyak ciri khas dari masing-masing personel di formasi terbaru kami, namun tetap mempertahankan identitas ‘gelap dan sedih’ yang sejak awal kami konsepkan,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Lalu, dari segi lirik, tiga rilisan mereka sebelumnya – yakni “Misery”, “Don’t Let Your Story End” dan “I Let My Heartbreak Again” – temanya terkesan menyesali atau mengeluhkan hal yang terjadi. 

“Di ‘Candala’ ini mengambil prespektif lain dari rasa sakit itu. ‘Candala’ berarti rasa rendah diri. Ketika seseorang tahu, bahwa sampai kapan pun dirinya tidak akan bisa mendapatkan kebahagiaan, dan mendapatkan apa yang ia inginkan, maka dirinya memilih untuk tak melangkah, serta selalu teguh dan siap untuk terluka.”

Vokalis Naomi Yessica (Chip), gitaris Reihan Ahmad Althaf (Reinned) dan Hendro ‘Ryan’ Supriyanto, bassis Lukman Hakim (Men), kibordis Apriliano Amarogi Christi (Lianoo) serta dramer Aldo Febriansyah Putra menggarap rekaman “Candala” di H.137 Studio selama tiga minggu. Termasuk untuk pemolesan mixing dan mastering yang dipercayakan kepada Hendro Ryan.

“‘Candala’ direkam sebagai tanda ‘comeback’ dengan formasi terbaru dari Therapy Session itu sendiri.” 

Saat menjalani proses kreatifnya, Therapy Session tidak lagi sekadar mengedepankan ‘kekerasan’ seperti yang mereka tunjukkan di lagu-lagu sebelumnya. Kali ini mereka ingin melampiaskan karya yang dapat dirasakan dan diterima seluruh kalangan yang sedang merasakan ‘candala’.

Kali ini, referensi band-band dunia yang dijadikan acuan untuk peracikan musiknya di antaranya berasal dari band rock Holding Absence (Wales) dan Dayseeker (AS) serta pejuang lokal seperti Isyana Sarasvati dan Burgerkill.

Sambil mempromosikan “Candala”, Therapy Session juga telah menyiapkan materi album penuh. Sejauh ini sudah selesai sekitar 70% dari keseluruhan tahapan produksi.

“Walaupun banyak kendala dalam jadwal dan kalender di awal, sampai harus mundur beberapa bulan, namun album penuh yang masih kami rahasiakan judulnya akan rilis pada September 2024,” ujar mereka menjanjikan.

Candala” sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital sejak 31 Mei 2024. (aug/MK02)