GOREMORPHOSIS Maksimalkan Brutal Death Metal yang Eksperimental

Batas ‘pakem’ brutal death metal, coba diretas Goremorphosis lewat dua lagu baru debutnya, yang termuat di paket “Demo 2024”.
goremorphosis

Sampai hari ini, menurut Goremorphosis, skena brutal death metal masih terus berkembang dan seperti tidak ada matinya. “Sebuah challenge bagi kami untuk menciptakan karya musik yang baru di ranah ini,” seru mereka kepada MUSIKERAS.

Goremorphosis sendiri muncul dengan kecadasan yang membawa karakter tersendiri, dimana mereka tetap mempertahankan elemen khas brutal death metal klasik, namun dikemas dengan tata suara jernih yang segar. Berbeda dibanding pendekatan sound kasar yang lebih sering digunakan dalam genre ini.

Formula itu, telah dilampiaskan band asal Kediri, Jawa Timur ini lewat rilisan lagu “Mouthful of Rot” dan “Begging for Death” dalam kemasan “Demo 2024”, yang diedarkan melalui label rekaman New Standard Elite sejak 18 Oktober 2024 lalu.

Di sini, Goremorphosis yang diperkuat barisan gitaris Mohammad Agus Roby (Roby), bassis Bima Anggara Dwi Mahardika, dramer Humam Aliy dan vokalis Achmad Ardiansyah (Ardian) menghadirkan brutal death metal dengan pendekatan elemen gaya lama, namun dikembangkan dengan bereksperimen memaksimalkan peralatan yang ada.

“Semua mengalir begitu saja. Di tengah proses menulis lagu, kami menemukan konsep ingin membuat materi lagu brutal death metal dengan sound yang clear, heavy dan smooth dengan tetap mempertahankan elemen khas brutal death metal klasik. Tantangan teknisnya, kami tertantang untuk tetap membuat materi yang minim repetisi namun tetap menarik atau catchy untuk didengarkan.”

goremorphosis

Dengan misi itu, Goremorphosis mencoba pendekatan yang berbeda dibanding hampir kebanyakan band lain yang cenderung menerapkan karakter suara yang kasar.

“Kami kurang terlalu menyukai produksi yang berlebihan. Sound yang seimbang adalah prioritas kami,” ujar pihak band menegaskan.
Lalu apa keistimewaan dari paham brutal death metal bagi Goremorphosis?

“Selain musiknya yang sangat kompleks, menembus batas kegilaan dan menantang untuk dimainkan meskipun dengan banyak aral kesulitannya. Keistimewaannya menurut kami, adalah konsistensinya.” 

Dalam menggarap “Demo 2024”, para personel Goremorphosis yang merupakan gabungan para musisi jebolan band Deserter, Demented Heart, Orbital Element, Devastrosity, Gorification dan Sereignos, menyebut beberapa nama band mancanegara sebagai referensi.

Di antaranya dari Inveracity (Perancis), Cerebral Effusion (Spanyol), Disgorge (AS) dan Abnormal Inhumane (Yunani).
Untuk melengkapi kengerian komposisinya, mereka lalu membalutnya dengan rapalan lirik gelap yang menjelajahi kedalaman kegelapan. Mereka mengupas tema-tema gelap dan mengerikan, seperti pembusukan, kematian, dan kegilaan.

Di lagu “Mouthful of Rot”, Goremorphosis menggambarkan pengalaman pembusukan yang menyakitkan dan kehilangan harapan, sementara di “Begging for Death” menyuarakan keputusasaan mendalam dan keinginan untuk mengakhiri penderitaan.

Proses rekaman “Demo 2024” digarap Goremorphosis di beberapa studio. Untuk isian dram dieksekusi di Volcanic Studio, gitar dan bass di Resonance Beast Studio, sementara vokal dilakukan di Supreme Brutality Lab.

Selanjutnya, Goremorphosis berencana segera fokus menulis materi-materi lagu baru selanjutnya, untuk kebutuhan perilisan album penuh. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.