Godbless satu-satunya band rock warisan skena 70-an yang sampai saat ini masih bertahan dan tetap relevan. Menggelar konser yang melibatkan band ini masih menjadi magnet untuk menarik penonton. Bahkan walau hanya disuguhkan dalam format akustik.
“Godbless Unplugged” yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta pada Sabtu malam, 17 Mei 2025 lalu bisa dikatakan pembenaran teori tadi. Ruang konser yang berkapasitas lebih dari 1000 penonton nyaris terisi penuh.
Istilah ‘unplugged’ sendiri sempat sangat populer di era awal 90-an, yang diinisiasi oleh kanal musik MTV. Mereka menampilkan performa live yang intim dari band-band atau penyanyi terbaik saat itu. Dari Nirvana, Eric Clapton hingga Mariah Carey. Bahkan beberapa di antaranya lantas diabadikan dalam format video komersil (DVD/Blu-ray).
Konser Godbless yang digelar oleh Kolam Ikan Creative Communications sepertinya sedikit banyak ingin menangkap momen ‘dekat’ semacam itu. Bahkan berani diklaim sebagai konser akustik pertama Godbless yang disuguhkan secara penuh.
Dari sisi teknis, Godbless memang benar-benar tampil mengandalkan instrumen akustik, tanpa ingar-bingar suara distorsi dari gitar elektrik. Beda dengan konsep MTV Unplugged yang terkadang tetap menghalalkan kehadiran gitar elektrik untuk memaksimalkan pengekspresian musiknya.
Selain personel inti, yakni Achmad Albar, Ian Antono, Abadi Soesman, Donny Fattah, Fajar Satritama serta bassis Arya Setyadi, formasi mereka juga didukung tambahan seorang pemain gitar akustik, pemain biola serta lima orang vokalis latar (choir).
Khususnya ketika mengumandangkan “Orang Dalam Kaca”, lagu ciptaan Iwan Fals dan mendiang Jockie Surjoprajogo (mantan kibordis Godbless) yang terbilang langka dibawakan di panggung.
“Ini lagu yang unik dan berbeda,” ujar Achmad Albar dari atas panggung, sebelum mulai menyanyikan lagu yang termuat di album “Semut Hitam” (1988) tersebut.
Satu hal yang pasti, para penonton yang hadir tentunya sudah paham betul lagu-lagu Godbless. Nyaris seluruh reportoar yang dibawakan menciptakan gairah karaoke massal. Keintiman itu bisa dikatakan terbangun dari momen ini.
Dimulai dengan lagu “Bla Bla Bla”, “Kehidupan”, “Balada Sejuta Wajah”, “Semut Hitam”, “Musisi” hingga “Rumah Kita” sebagai penutup.
Plus beberapa lagu dari katalog solo sang vokalis – bahkan hampir setengah dari keseluruhan daftar lagu – seperti “Saksi Gitar Tua”, “Bis Kota”, “Syair Kehidupan”, “Jangan Ada Luka”, “Panggung Sandiwara” dan “123”.

Dua solois bintang tamu juga dihadirkan untuk menyanyikan dua lagu di antaranya secara penuh. Rocker wanita bersuara tinggi, Nicky Astria dipercayakan mengeksekusi lagu “Syair Kehidupan” bersama iringan gitar dari Ian Antono dan Tohpati.
Lalu ada pula Ikang ‘Preman’ Fawzi yang dipersilakan melantunkan “Panggung Sandiwara” lewat vokal seraknya yang khas.
Kedua penyanyi ini, masing-masing juga sempat berduet dengan Achmad Albar di lagu “Jangan Ada Luka” (bersama Nicky Astria) dan “123” (bersama Ikang Fawzi). Sekadar informasi, di versi aslinya, “123” merupakan lagu duet Achmad Albar dengan mendiang Farid Hardja, rilisan 1984 silam.
Tapi di sisi lain, sebagai band rock, kelihatannya Godbless juga tidak ingin kehilangan taringnya walau harus tampil akustik. Di lagu-lagu enerjik macam “Semut Hitam” atau “Musisi” yang menghadirkan intro dan riff bass ikonik serta vokal falsetto yang khas dari Donny Fattah, mereka sama sekali tidak berusaha mengerem energinya. Ditampilkan seperti seharusnya. Kencang!
Satu lagi pemantik suasana keakraban di konser “Godbless Unplugged” ini adalah kehadiran komedian dan presenter Abdel Achrian yang memandu acara.
Celetukannya berhasil menghangatkan dan mencairkan suasana. Sebagian penonton terpancing dibuat terpingkal oleh keisengan Abdel mengorek berbagai peristiwa unik dari para personel Godbless.
Yang lucu, sebagian besar peristiwa yang ditanyakan Abdel – yang seharusnya berkonsep story telling – gagal dijabarkan oleh Achmad Albar mapun Ian Antono. Alasannya… lupa!

Lalu terselip pula momen haru sekaligus menggelitik, saat Raja Dangdut H. Rhoma Irama naik ke atas panggung sebagai suguhan kejutan. Bahkan sempat pula didaulat berduet dadakan dengan Achmad Albar menyanyikan sebait lagu “Zakia”. Satu-satunya karya dangdut yang pernah dipopulerkan Achmad Albar, lewat sebuah album solo berjudul sama rilisan 1979 silam.
“Kita minta bangsa Indonesia mendoakan semoga kita berdua husnul khotimah. Di surga nanti muda lagi, keren lagi, ngeband lagi. Sukses selalu Godbless sampe hari kiamat,” seru Rhoma dari atas panggung, yang langsung disambut ucapan “Amin” dari penonton.
Godbless mulai menggeliatkan kariernya pada 1973, sementara Rhoma Irama dan grup Soneta resmi memulainya pada awal era 70-an. Kini keduanya sudah berusia senja, namun tidak menghalangi kobaran semangatnya untuk terus berkarya di panggung musik. (mdy/MK01)
Foto-foto oleh Evan Antono (Dok. Godbless)