YORN memuntahkan sepasang lagu baru tersebut sebagai ekspresi luapan emosional, yang membentuk jantung dan nadi band cadas asal Ponorogo, Jawa Timur ini.
Dua trek penuh amarah dan perenungan tersebut bertajuk “Satin Fury” dan “Ambivalence”. Namun kali ini, dieksekusi dengan formula musik yang sedikit berbeda dibanding materi YORN sebelumnya. Termasuk album mini (EP) “Corrupted Soul”.
Lewat “Satin Fury”, unit metallica hardcore yang diperkuat formasi vokalis Selly Indrawan, gitaris Moch Rizal Rotim (Imvt) dan Galang Arifin Bagaswara (Clay) serta dramer Irvan Maulana (Tobi) ini menghadirkan atmosfer dingin.
Meracau lewat riff berat serta vokal tajam, yang menggambarkan kemarahan yang tertahan. Sementara di “Ambivalence”, mereka menyuarakan dilema batin melalui harmoni gelap dan energi tanpa kompromi.
Kedua lagu itu menjadi hantaman emosional yang mencerminkan keresahan serta kegelisahan individu. YORN merekam sisi dualitas: kemarahan yang membara namun tetap terkendali, serta kejujuran rapuh yang dibungkus agresi.
Menurut Selly selaku penulis lirik, “Satin Fury” dan “Ambivalence” menjadi refleksi dari kedalaman emosional dan realita hidup yang dihadapi.
Eksplorasi Baru
Kembali ke terapan musiknya, kali ini YORN menegaskan bahwa mereka membawa warna berbeda dibanding rilisan sebelumnya. Perubahan itu signifikan, terasa dari segi karakter vokal yang lebih bervariasi, serta beberapa riff gitar yang menambah nuansa baru dalam aransemen.
“Jika dulu nuansanya lebih dark, kali ini kami mencoba menghadirkan warna metallic hardcore ala era 90–2000-an, tapi dikemas dengan sentuhan modern, baik dari segi riff maupun sound,” cetus band ini kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Lalu, beberapa ciri khas lama seperti penggunaan diminished riff masih tetap mereka bawa, namun juga ditambahkan eksplorasi baru. “Misalnya pada vokal dengan teknik fry, yang sebelumnya belum pernah kami gunakan.”
Tentu saja, ada beberapa referensi serta inspirasi dari band-band luar yang membantu mengembangkan eksplorasi ide para personel YORN. Benang merahnya datang dari band-band metallic hardcore 90-an dari Belgia dan AS seperti Liar, Congress, Arkangel, Disembodied hingga Earth Crisis.
“Tapi karena tiap personel punya referensi musik berbeda, kami mencoba menyatukan semua ide itu agar hasilnya tetap segar, beragam, dan punya karakter sendiri.”
Penggarapan produksi “Satin Fury” dan “Ambivalence” menghabiskan waktu selama sekitar sebulan. Dimulai dari proses bertukar pikiran, saling melempar ide hingga ke tahap penyelesaian akhir.
Semua instrumentasi maupun pengisian vokal direkam di Hellblaze Studio. Termasuk proses mixing dan mastering, sehingga total pengerjaan keseluruhan memakan waktu kurang lebih dua bulan.
Terpicu tekad untuk mengombinasikan banyak warna di musiknya, beberapa tantangan secara teknis sulit dihindari. “Ambivalence” mereka sebut sebagai komposisi yang paling tricky.
“Waktu prosesnya, beberapa part instrumen sempat hilang karena data tidak tersimpan. Akhirnya, kami harus take ulang hanya bermodalkan ingatan, hehehe.… Walau penuh tantangan, justru di situlah letak keseruan proses kreatif kami.”
Sejak terbentuk pada 2023 lalu, YORN telah menghasilkan rilisan lagu tunggal berjudul “Cursed Troops” pada Januari 2024, lalu EP “Corrupted Soul” pada Februari 2025 dan yang terkini, “Ambivalence | Satin Fury” pada Agustus 2025 lalu.
Rencana berikutnya, YORN telah menargetkan peluncuran sebuah album penuh, dan sekaligus mengadakan tur promo. (mdy/MK01)