LAMAKA: “Kami Tidak Tertarik Memperhalus Amarah!”

Berangkat dari sesi latihan yang cukup intens, Lamaka melahirkan “Spit Your Resist” dan “Execrate”, dua lagu baru sarat ekspresi emosi minim kompromi.
lamaka
LAMAKA

Lamaka kembali menegaskan eksistensi dan identitasnya di skena musik keras lewat perilisan dua lagu terbaru, yang menjadi representasi kemarahan, perlawanan, dan sikap anti-kompromi.

“Spit Your Resist” disemburkan sebagai seruan terbuka terhadap penindasan, kemunafikan, dan sistem yang membungkam suara individu. Disampaikan dengan tempo agresif, berondongan riff tajam serta vokal penuh amarah.

Lagu ini mendorong pendengar untuk meludah balik segala bentuk represi dan berdiri tegak dengan prinsip sendiri.

Sementara di “Execrate”, Lamaka yang dimotori gitaris Bharata Pratama Putra (Barts), bassis Angga Aditya Putra (Jionk), dramer Rizky Meta Putra (Obo) dan vokalis Faiq Nurfratama menampilkan sisi yang lebih gelap dan brutal.

Lagu ini mengangkat tema penolakan total terhadap nilai-nilai palsu dan kekuasaan yang korup, yang digeber melalui komposisi yang lebih berat khas Lamaka, dengan atmosfer menekan dan energi yang destruktif.

Khusus di “Execrate”, unit hardcore asal Bandung, Jawa Barat ini mengajak Herman Yoseph Dhyas Aries Utomo aka KMNG, vokalis Serigala Malam untuk berkolaborasi, memberikan warna kemarahan yang semakin menggelegar.

Tanpa meninggalkan akar hardcore, Lamaka memperlihatkan perkembangan yang semakin solid. Dengan pendekatan yang lebih matang dan intens. Produksi yang mentah namun tegas menjadi pilihan untuk menjaga kejujuran emosi dan pesan yang ingin disampaikan.

Dengan “Spit Your Resist” dan “Execrate”, Lamaka tidak hanya merilis lagu, tetapi juga menyampaikan pernyataan sikap: melawan, menolak tunduk, dan tetap berdiri di jalur sendiri.

Berikut uraian detail Lamaka tentang proses kreatif di balik penggarapan “Spit Your Resist” dan “Execrate”, yang diungkapkan kepada MUSIKERAS.

lamaka

Energi Mentah

“Proses kreatif ‘Spit Your Resist’ dan ‘Execrate’ berangkat dari sesi latihan yang cukup intens, dimana kami banyak membedah ulang ide lama dan emosi yang sedang kami rasakan saat itu.

Secara umum, proses penulisan hingga rekaman memakan waktu sekitar beberapa bulan, termasuk tahap pematangan materi dan penyesuaian antar-personel.

Rekaman dilakukan secara fokus dan efisien di studio Wowma di kota Bandung, dengan pendekatan yang mengutamakan feel dan energi mentah. Bukan sekadar kerapihan teknis.”

Minim Kompromi

“Dari segi musikal, sebenarnya kami ingin menyuguhkan kembali oldskul hardcore di ‘Spit Your Resist’,  dengan riff-riff yang padat dan dram yang cepat. Mengingatkan kembali ke masa kejayaan oldskul hardcore, semacam (band) Terror, Agnostic Front, Madball dan Sick Of It All.

Hardcore yang kami terapkan di dua single ini adalah hardcore yang lugas, agresif, dan minim kompromi. Kami tidak terlalu tertarik untuk memperhalus amarah. Justru kami ingin menampilkan ketegangan, distorsi dan dinamika yang apa adanya.

Pendekatan musikal kami tidak terpaku pada satu pakem tertentu. Ada energi hardcore klasik, tapi dengan sudut pandang dan karakter yang kami bawa sendiri, tanpa berusaha mengikuti tren.”

Spektrum Pemantik

“Dari empat kepala yang berbeda, dan referensi yang (juga) berbeda, kami cari titik tengahnya dan jadilah materi yang sekarang.

Referensi kami datang dari berbagai spektrum hardcore dan heavy music. Mulai dari hardcore lama hingga band-band yang menekankan emosi, groove dan intensitas.

Namun referensi tersebut tidak kami jadikan template. Kami lebih menjadikannya sebagai pemantik, lalu mengolahnya sesuai dengan identitas dan pengalaman masing-masing personel.

Selain musik, kondisi sosial, keresahan personal dan dinamika di sekitar kami juga sangat memengaruhi arah komposisi dan aransemen.”

lamaka

Tantangan Presisi

“‘Execrate’ bisa dibilang (sebagai lagu) yang paling menantang secara teknis. Lagu ini memiliki tempo, dinamika dan struktur yang lebih menekan, sehingga menuntut ketepatan sekaligus stamina saat proses rekaman. Kami harus menjaga agar permainan tetap presisi tanpa kehilangan rasa marah dan intensitas yang menjadi inti lagu tersebut.”

Setelah perilisan “Spit Your Resist” dan “Execrate”, Lamaka yang terbentuk pada 2024 lalu akan fokus untuk memperkenalkan kedua lagu tersebut di panggung live untuk menjangkau lebih banyak pendengar.

“Di saat yang sama, kami juga terus mengerjakan materi baru. Album? yap, kami berencana untuk merilis album fisik. Sementara ini kami udah punya beberapa materi untuk menjadikan full length album. Tunggu saja waktu rilisnya.”

Sebelum memperdengarkan kedua lagu barunya tersebut, Lamaka yang terbentuk pada 2024 lalu telah meluncurkan dua lagu rilisan tunggal berjudul “Unforgiven Blood” dan “Akumulasi Kemarahan”. Tepatnya pada 25 Juli 2025. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.