TEARS DON’T LIE: “Story So Far” yang Agresif dan Emosional

Usai perdengarkan tiga lagu rilisan lepas di berbagai platform digital, Tears Don’t Lie lantas merangkumnya dalam kemasan album yang emosional.
tears don't lie
TEARS DON’T LIE

Tears Don’t Lie telah memanaskan mesinnya di tiga lagu rilisan tunggal sebelumnya, yakni “Alone” (Januari 2025), “Black and White” (Maret 2025) dan “Hancur” (Juni 2025).

Kini, unit emo/post-hardcore asal Pekalongan, Jawa Tengah ini meresmikan pelepasan album penuh perdananya via Polarity Records, bertajuk “Story So Far” pada 12 Februari 2026.

“Story So Far” dimaksudkan oleh vokalis Achmad Fauzi, gitaris Didi Ardiansyah, Imam Rizky Prayoga dan Tommy Sugito, dramer Yunan Fauzi, bassis Tegar Imanto serta musisi tambahan, Jengky Dausath (sequencer) menjadi rangkuman dari perjalanan emosional Tears Don’t Lie.

Lewat 13 trek di dalamnya, yang terdiri dari 10 lagu utama dan tiga lagu dengan versi berbeda, Tears Don’t Lie mengangkat tema tentang luka, kehilangan, harapan, kesepian hingga keberanian untuk bangkit.

Melalui eksplorasi musikal yang intens dan lirik yang jujur, album ini menegaskan karakter kuat band sebagai salah satu wakil baru skena emo modern Indonesia.

Lebih mendalam tentang proses kreatif di balik penggarapan “Story So Far”, Tears Don’t Lie menjabarkannya kepada MUSIKERAS.

Produksi Rekaman

“Kalau dihitung dari proses pengumpulan materi sampai akhirnya menjadi sebuah album yang utuh, prosesnya memakan waktu sekitar tujuh bulan.

Selama periode tersebut kami banyak mengembangkan ide lagu, memperbaiki struktur, hingga mematangkan aransemen supaya setiap lagu memiliki karakter masing-masing namun tetap terasa sebagai satu cerita dalam album ini.

Untuk proses rekaman, sebagian besar dilakukan di Dosath Studio, Pekalongan, Jawa Tengah. Sementara proses mixing dan mastering dilakukan di Polarity Record, Jakarta.

Ada satu lagu yang prosesnya sedikit berbeda, yaitu ‘Pria Tak Bercerita’, yang seluruh proses rekaman hingga mastering dilakukan langsung di Polarity Record.

Di album ini, kami juga melibatkan beberapa musisi lain untuk memperkaya warna produksi. Misalnya di lagu ‘Pria Tak Bercerita’ yang menghadirkan Elsa Putri sebagai featuring vocal.

Untuk aransemen dram dibantu oleh Winaldy Senna (eks 510), sementara riff gitar dibantu oleh Asido Sigit (Saint Loco). Lagu ini diproduseri oleh Ian Natha, Winaldy Senna dan Asido Sigit.

Selain itu, ada juga Savira Razak (Billfold) yang berkolaborasi di lagu ‘Hancur’, serta kontribusi Asido Sigit pada riff gitar ‘Black and White’ versi album. Untuk lagu ‘Goodluck and Jealousy’, aransemen musik dibantu oleh Jengky Dausath.

Kolaborasi tersebut memberi warna baru dalam proses produksi sekaligus membuat beberapa lagu terasa lebih dinamis secara musikal.”

Konsep Rock

“Secara musikal, Tears Don’t Lie mengusung warna emo post-hardcore yang dipadukan dengan alternatif rock modern. Di album ‘Story So Far’, kami mencoba menyeimbangkan antara energi yang agresif, melodi yang emosional, dan chorus yang tetap mudah dinyanyikan bersama.

Kami percaya bahwa musik rock bukan hanya soal keras atau cepat, tetapi juga tentang emosi dan cerita yang jujur. Karena itu banyak lagu di album ini lahir dari pengalaman personal dan refleksi tentang hubungan manusia, kehilangan hingga pergulatan batin yang sering dialami banyak orang.

Ciri khas Tears Don’t Lie adalah pendekatan dinamika musik yang kontras—misalnya bagian verse yang lebih atmosferik atau emosional, lalu meledak di bagian chorus yang lebih besar dan penuh energi.

Pendekatan ini membuat lagu-lagu kami tetap terasa intens, tetapi juga tetap melodik dan relatable bagi pendengar.

Selain itu kami juga terbuka terhadap kolaborasi dengan musisi lain dari skena yang berbeda, yang membuat beberapa lagu di album ini memiliki warna produksi yang lebih luas.

Pada akhirnya kami ingin membuat musik yang emosional, jujur dan bisa menjadi ruang bagi pendengar untuk merasa terhubung dengan cerita yang kami sampaikan.”

Komposisi dan Aransemen

“Dalam proses penulisan lagu dan aransemen, kami banyak terinspirasi dari band-band yang memiliki pengaruh besar di skena emo dan post-hardcore, seperti Bring Me The Horizon, Story of the Year, The Used dan My Chemical Romance.

Dari band-band tersebut kami belajar tentang bagaimana membangun dinamika lagu yang kuat, permainan melodi yang emosional, serta chorus yang terasa anthemik.

Referensi tersebut tidak kami tiru secara langsung, tetapi menjadi inspirasi dalam membentuk identitas musik Tears Don’t Lie.”

tears don't lie

Lagu Menantang

“Dua lagu yang paling menantang dalam proses produksi rekaman adalah ‘Pria Tak Bercerita’ dan ‘Hancur’.

Kedua lagu ini cukup kompleks karena melibatkan beberapa artis featuring dan musisi lain seperti Savira Razak, Elsa Putri, Winaldy Senna dan Asido Sigit.

Ketika banyak musisi terlibat dalam satu lagu, proses produksi tentu menjadi lebih detail karena kami harus memastikan setiap karakter musikal bisa menyatu tanpa menghilangkan identitas Tears Don’t Lie.

Selain itu, secara emosional kedua lagu ini juga cukup kuat, sehingga kami ingin memastikan penyampaian vokal dan aransemen musiknya benar-benar terasa maksimal ketika direkam.”

Susunan lagu di “Story So Far”:

  1. Intro
  2. Story So Far
  3. Goodluck With Your Jealousy
  4. Selfish
  5. Black and White
  6. Hancur (feat. Savira Razak)
  7. Mono
  8. Asa (Hope)
  9. Pria Tak Bercerita (feat. Elsa Putri)
  10. Alone

Trek Bonus:

  1. Hancur – Raw Version (feat. Innok Herawati)
  2. Black and White – Raw Version
  3. Alone – Raw Version

“Story So Far” sudah tersedia di berbagai gerai penyedia layanan musik digital. (mdy/MK01)

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.