27ROUTES Ulas Tragedi Xinjiang di Single “Reedukasi”

Menyebut band-band rock dan metal dunia seperti Extreme, Audioslave, Dorje serta jagoan rock lokal, .Feast sebagai sumber inspirasi, unit rock asal Jakarta ini pun melampiaskan kreativitasnya lewat single debut bertajuk “Reedukasi”. Sebuah lagu yang menceritakan tentang kebebasan suatu pihak yang direnggut oleh pihak lain lewat kekerasan dan paksaan.

“Lagu ini terinspirasi dari kejadian yang tidak lama terjadi di China, tepatnya di Xinjiang. Ada kamp konsentrasi yang mengatasnamakan reedukasi terhadap peserta kamp yang dipaksa untuk bergabung di kamp tersebut,” beber pihak band kepada MUSIKERAS, mempertegas.

Lagu yang liriknya ditulis oleh gitaris Adri Fachrisyah Maulana dan vokalis Raihan Andhika Putra tersebut digarap selama seminggu, yang lantas dilanjutkan dengan eksekusi rekaman, mixing dan mastering selama kurang lebih dua minggu. Tahapan perekaman bass, dram dan vokal dilakukan di studio Starlight, sedangkan untuk gitar di Mpro Studio. Dalam penggarapan produksi keseluruhan, 27 Routes yang juga dihuni oleh bassis Ahmad Faisal Maulana a.k.a. Ical dibantu Novyrock (Voodoo) untuk mixing dan Bobby Afrianto untuk pengisian part dram.

“Penulisan lagu ‘Reedukasi’ dimulai dari Adri yang menemukan riff utama, yang juga dijadikan verse di lagu tersebut. Setelah riff dan verse ditulis, barulah kami membuat bridge, reff dan outro,” urai 27Routes lebih jauh.

Usai perilisan “Reedukasi” yang sudah bisa dinikmati via berbagai gerai layanan jasa dengar musik (streaming) seperti Spotify, YouTube, Apple Music, iTunes dan Deezer sejak 14 Februari 2020 lalu, 27Routes telah berniat bakal merampungkan materi-materi lagu untuk kebutuhan album mini (EP).

“Kami berencana merilis album mini berisi sekitar 7-8 lagu. Tetapi progres untuk menuju ke sana masih sangat jauh dan lama dikarenakan materinya belum ada. Kami lama membuat materi dikarenakan kami kuliah di berbeda kota. Adri dan Ical berkuliah di Universitas Brawijaya, Malang sedangkan Raihan di Institut Teknologi, Bandung. Oleh karena itu, kami harus menunggu waktu liburan untuk merekam lagu dan materi kami. Untuk jangka pendek, kami menargetkan untuk memperbanyak manggung guna mempromosikan single ‘Reedukasi’ secara live.”

Oh ya, pertemuan para personel 27Routes sendiri dimulai saat sama-sama masih duduk di bangku SMAN 21. Ketiganya lantas sepakat membentuk band yang memulai karir dari panggung internal sekolah, lalu berlanjut ke kompetisi band antar sekolah, hingga menerima tawaran untuk mengisi acara di sekolah lain. (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.