FINGERPRINT Panaskan ‘Determinasi’ Lewat Geberan “Dongan Sahuta”

Unit hardcore asal Medan, Sumatera Utara ini menyalak lagi. Dengan penambahan seorang personel baru di lini gitar, mereka siap menggasak kuping para metalhead lewat sebuah ledakan album baru bertajuk “Determinasi”. Tapi sebagai pemanasan, Fingerprint terlebih dahulu memuntahkan single berjudul “Dongan Sahuta”. Sebelumnya pada April 2021 lalu, mereka telah memulai agresi menuju “Determinasi” lewat single berjudul “Polemic”.

“Dongan Sahuta” sendiri diambil dari bahasa Batak, yang bermakna teman sekampung. Di liriknya, band yang terbentuk sejak 2005 silam ini bercerita tentang perjuangan anak rantau dalam menghadapi naik-turun kehidupan, mengejar cita-cita, dan menahan rasa rindu mereka terhadap kampung halaman. Lagu “Dongan Sahuta” ini ditujukan untuk menyapa mereka yang terus semangat dan survive dengan perjuangan hidupnya masing-masing. 

Vokalis Surya ‘Lepot’ Putra sebagai penulis lirik, mengambil cerita dari pengalamannya sendiri dan lingkungan sekitarnya, yang pernah menjadi anak rantau. “Dongan Sahuta” diharapkan dapat menjadi lagu ‘kebangsaan’ bagi mereka yang juga memiliki pengalaman serupa. Ada bagian sing along serta terapan riff yang lebih groovy dibandingkan lagu-lagu lain yang terdapat di album “Determinasi”. 

.

.

Nah, dari segi musikalitas, aransemen lagu di album “Determinasi” masih menggeber keseruan kombinasi hardcore, metal dan punk dengan tempo yang kencang, desingan riff yang padat, heavy, dan mosh. Jika dibanding karya-karya Fingerprint sebelumnya, mereka memastikan eksplorasi kali ini cukup signifikan. 

“Di album baru ini kami menambah personel di departemen gitar, yaitu mengambil porsi untuk lead guitar. Selain itu, kami mencoba untuk membuat aransemen dan part lagu yang straight to the point! Ciri khas kami ada pada karakter dari vokalis, ditambah dengan unsur melodi gitar yang cepat ala thrash metal a la Kreator, Slayer dan Power Trip,” seru David Simanjuntak, gitaris Fingerprint kepada MUSIKERAS.

Proses kreatif keseluruhan album “Determinasi” sebenarnya sudah dimulai sejak Februari 2020 lalu, namun sempat terhenti karena adanya pandemi. Mereka pun menghentikan proses rekaman dan baru dilanjutkan lagi pada Juli hingga September 2020. Eksekusi rekaman dilakukan di studio Showbox, Medan, sementara untuk pemolesan mixing dan mastering dipercayakan kepada Gema Pasha di Plug Studio, Jakarta.

“Di album ini kami sangat intens melakukan workshop aransemen musik sebelum masuk dapur rekaman, termasuk lirik. (Jadi) Secara teknis, proses pengerjaannya cukup memiliki persiapan yang baik. Selain dari pihak studio juga sangat paham dengan karakter yang kami inginkan, sumber alat musik juga kami provide untuk mendukung saat proses rekaman.”

Sebelum “Determinasi”, Fingerprint yang diperkuat formasi Lepot, David, Alva Nurcahyo (gitar), Yudi ‘Baghol’ Kwinarto (bass) dan Zoufy Abdurahman (dram) sejauh ini telah merilis dua album, yakni “Fingerprint” (2010) dan “Kehidupan” (2012). Untuk peredaran “Determinasi”, mereka bekerja sama dengan Lawless Jakarta Records untuk perilisan format cakram padat (CD) dan Disaster Records untuk kemasan kaset pita. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
incremation
Read More

INCREMATION: Kini Dinaungi Label Asal AS

Melalui New Standard Elite, Incremation merilis “Litany of Deliverance” yang sedikit banyak merupakan gambaran awal dari wajah album terbarunya nanti.
analtopsy
Read More

ANALTOPSY: Semakin Sadis dan Gelap

Melalui album mini (EP) “Septic Overload”, Analtopsy melangkah lebih jauh, dengan distorsi yang lebih berat, lebih kotor dan lebih brutal dari sebelumnya.
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.