Sebelas Tahun A REVENGE FROM INSIDE, Bangkitkan “Armageddon” Kembali

Sejak melahirkan album berjudul “Towards The End” yang dirilis via Rostels Records pada Oktober 2015 lalu plus sejumlah jadwal tur promo, unit metalcore/post-hardcore asal Tambun, Bekasi ini mendadak memutuskan untuk rehat. Tepatnya dimulai pada 2017 lalu lantaran beberapa faktor, termasuk adanya pergantian personel serta permasalahan internal.

Namun untung tidak terus terlena dan bubar. Tahun ini, A Revenge From Inside (ARFI) bangkit dan langsung melesatkan single baru berjudul “Armageddon (Revamp)”. Well, tidak murni baru sih, karena lagu yang mereka rilis pada akhir September 2021 lalu itu sebenarnya merupakan versi peremajaan dari salah satu lagu terbaik mereka dari album “Towards The End”.

“Karena kami ingin menunjukkan kembalinya atau bangkitnya ARFI dengan mendaur ulang lagu andalan pada masanya, namun dengan dibumbui musik yang lebih dewasa lagi. Karena ARFI baru mencoba bergerak kembali dan banyak proses di dalamnya, karena seringnya gonta-ganti personel band. Lagu ‘Armageddon’ ini juga dulu sempat familiar di kalangan pendengar musik-musik metal di Bekasi. Jadi ini sebagai sebuah pengenalan (lagi), karena orang-orang tahunya ‘Armageddon’ itu ARFI,” seru pihak band yang diwakili Rizky ‘Iki’ Yomaeko (scream/growl) kepada MUSIKERAS, mengungkapkan alasannya.

.

.

Selain alasan tadi, peluncuran “Armageddon” juga bertepatan dengan momentum peringatan kelahiran ARFI yang sudah memasuki usia 11 tahun. Dan kini, mereka juga sudah diperkuat formasi baru. Selain Iki, Restu Oktavian (gitar/vokal) dan Agung Sedayu (gitar), kini ARFI juga sudah dilengkapi darah baru dari Yoga Al’Syambahari (bass) serta Aldo Febriansyah (dram).

Proses penggarapan “Armageddon” versi baru diawali oleh Iki, Restu dan Agung yang mengeksekusi rekamannya di Rostels Records selama sebulan. Sedikit agak lama lantaran padatnya jadwal antrian rekaman di studio tersebut. Ketiganya lantas sedikit melakukan perubahan di beberapa bagian lagu “Armageddon” sehingga membuat lagu tersebut menjadi lebih fresh dan sangat modern. Sedikit banyak, para personel ARFI terinspirasi strategi unit deathcore asal Bandung, Revenge The Fate yang juga mendaur ulang lagu mereka, “Ambisi” menjadi bernuansa symphonic deathcore.

“Sedangkan lagu ‘Armageddon’ sendiri ingin lebih dewasa lagi dan bernuansa symphonic metalcore. Ide itu, saya terapkan di lagu ‘Armageddon’ ini. Untuk perbedaannya (dibanding versi lama) terletak pada karakter vokal yang lebih fresh dan sedikit melodi yang memanjakan telinga pendengar,” urai Iki lagi menambahkan.

Saat ini, sambil mempromosikan “Armageddon (Revamp)”, ARFI yang secara musikal mengaku banyak terpengaruh band-band dunia seperti Miss May I, Attack Attack, August Burns Red, Bullet For My Valentine hingga Veil Of Maya ini juga sudah mulai menyusun jurus-jurus untuk penggodokan album mini (EP), yang rencananya akan dimulai prosesnya akhir tahun ini. 

“Kami masih mengumpulkan materi yang kami rangkum bersama-sama. Namun ada juga rencana untuk mengisi channel seperti YouTube dan platform-platform lainnya. Saya ingin memasukan satu lagu ARFI yang pernah di-take pasca ARFI kehilangan personel lamanya,” ucap Iki lagi semangat.

“Armageddon (Revamp)” sudah bisa didengarkan via platform digital streaming seperti Spotify, Joox, iTunes, Deezer dan lain-lain. Sementara yang ingin mendengarkan materi lagu dari album sebelumnya, “Towards the End” bisa mengakses tautan ini; https://m.soundcloud.com/arficore. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *