MEROWISE Rangkum Kegilaan Hardcore/Punk di “Lunatic Change”

Empat lagu yang dimuntahkan hardcore/punk asal Bekasi ini di album mini (EP) debutnya, “Lunatic Change” berkisah tentang segala perubahan gila yang meresahkan. Tema yang sangat terkait masa pandemi yang mendera dan langsung mengubah tatanan kehidupan serta kondisi sosial dari yang semestinya. Segala rasa dan amarah ditumpahkan Merowise dalam komposisi lagu berjudul “Glitter”, “Tipu Dunia Glamor”, “Egois” dan “Virus”.

“EP ini menggambarkan apa yang kami rasakan selama dua tahun belakangan ini, dimana perubahan gila terjadi pada bumi, terutama keresahan seperti virus Covid-19, keadaan sosial yang mengubah kehidupan dan kebiasaan manusia,” ujar Merowise mempertegas.

Proses penggodokan materi lagu di “Lunatic Change” didapatkan saat para personelnya, yakni Simson B. Simangunsong (vokal), Felix Romulus Sitinjak (gitar), Muhammad Rezi Ibrahim (gitar), Joseph Ragil Pawiro (bass) dan Krido Yudho Asmoro NS (dram) sedang berkumpul di rumah maupun studio. Lirik lagu seperti “Tipu Dunia Glamor” dan “Egois” ditulis oleh Simson, sementara lirik lagu “Glitter” dan “Virus” adalah hasil torehan tangan Felix Romulus. 

Mereka merekam empat lagunya di Plug Studio dengan bantuan operator Gemapasha Randhita dan Dhea, yang lantas dilanjutkan tahapan mixing dan mastering di Pandora Labs yang dipercayakan kepada Iqbal Imadur Rusya. Sedangkan untuk artwork, mereka dibantu oleh seniman Acidcrusher. 

Sebagai band yang baru terbentuk pada pada 24 Januari 2020 lalu – tepatnya ketika mereka mendapatkan kesempatan tampil di panggung garapan Wartas Youth sebagai band pembuka tur Blantix, unit hardcore/punk band asal Madiun – Merowise terbilang lekas memutuskan untuk menggarap karya sendiri. Awalnya, mereka sempat membawakan lagu-lagu karya band luar.

Tapi kebosanan datang dan memicu mereka untuk segera menggarap lagu-lagu karya sendiri. Dari sisi musik, sedikit banyak Merowise mendapatkan ide-ide dan inspirasinya dari band-band luar macam Gorilla Biscuits, Minor Threat, Descendents hingga pejuang lokal Antiseptic. 

“Mengusung musik yang dibalut dengan distorsi, (lalu) bertumbuh beberapa ide dari kami yang sama-sama menyukai hal tersebut. Gorilla Biscuits, Minor Threat, Descendents terbungkus dalam satu wadah pembeda dengan idealisme kami masing-masing,” seru Merowise kepada MUSIKERAS, merumus karakter musik mereka.

Bagi Merowise, menggarap “Lunatic Change” adalah pengalaman pertama rekaman yang seru sekaligus menantang. Tiap lagu di EP tersebut, adalah tantangan baru. “Cukup menantang secara teknis saat rekaman, karena sebagian besar dari kami, ini pengalaman pertama. Kami (sebelumnya) terbiasa dengan latihan dan dilanjut dengan gigs. Jadi pada saat dihadapkan dengan situasi baru, rekaman tiap lagu terasa menantang bagi kami.”

“Lunatic Change” yang dirilis sejak 12 Maret 2022 lalu bisa kalian dengarkan via tautan kanal Bandcamp resmi Merowise di bagian bawah artikel ini. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.