Sejak memperdengarkan dua lagu rilisan tunggal sebelumnya, yakni “Open Cage” (2018) dan “Deep Breath” (2019), kelompok rock asal Jakarta ini sudah tahu betul seperti apa komposisi musik yang harus mereka terapkan di keseluruhan konsep trilogi bertajuk “An Epitome of Chemistry”. Di bagian penutup, yakni di lagu “Nothing” yang baru saja dirilis Memoar, nuansa gelap sarat duka yang dibangun sejak awal kini dilampiaskan menjadi klimaks. Walau banyak masukan yang menyarankan lagu berikutnya menjadi lebih keras, namun band bentukan 2017 tersebut kukuh pada pendiriannya.
“Masukan dari teman-teman tentu ada, seperti, ‘Bikin yg lebih keras lagi’. Tapi kami mencoba mengikuti konsep awal lagu ini, yang memang pada bagian awal akan dibuat sorrow dan diakhiri dengan klimaks yang menggelegar,” ujar Memoar kepada MUSIKERAS, memperjelas.
Ungkapan lirik di “Nothing” sendiri menggambarkan tentang seseorang yang mencoba bangkit dari keterpurukan. Diangkat dari kisah nyata seorang sahabat, seperti halnya di “Open Cage” dan “Deep Breath” yang saling berkaitan. Selain para personel Memoar yang dihuni Yussi Hillel (vokal), Anggayasti (gitar), Achmad ‘Ableh’ Syarifudin (bass) dan Arran Dio (dram), lagu “Nothing” juga melibatkan kontribusi tiga musisi tambahan. Mereka adalah Miko dari band Britpop, His ’N’ Hers untuk sentuhan organ Hammond dan strings, lalu Anasthasia ‘Anashzinia’ Zinia di vokal penutup dan Atika Cahya untuk vokal latar.
Atika sendiri menghembuskan suara bernuansa mezzo sopran yang gelap, lebih ke paduan gaya penyanyi solo asal Norwegia, Aurora, atau Amalie Bruun dari band black metal Denmark, Myrkur serta solis bergaya gothic asal AS, Chelsea Wolfe. Seakan ikut menghadirkan kepedihan, dan menjadi ‘latar’ yang pas untuk vokal Hilel yang lebih ke arah bariton, dengan teknik bernyanyi yang terpengaruh gaya Leonard Cohen, Johnny Cash dan Mark Lanegan.
.
.
Sementara untuk sesi rhythm section, ada Miko yang dipercayakan membaluti “Nothing” dengan sound Hammond yang dipadukan dengan sentuhan alat musik gesek. Lalu pada akhir lagu, ada puisi yang dirapalkan oleh Anashzinia.
Kali ini, pendekatan penggarapan aransemen “Nothing” sedikit berbeda dibanding dua lagu sebelumnya, lantaran ada pergantian personel di lini dram. Pihak band menyebut, permainan Arran memiliki karakter yang berbeda dibanding dramer sebelumnya. Ia bermain lebih liar, dan personel Memoar lainnya sama sekali tidak memberikan batasan-batasan harus bermain seperti apa.
“Dari segi instrumentasi, banyak yang kami ekplorasi. Pada instrumen gitar, Angga menggunakan violin bow (alat gesek biola) seperti yang digunakan (gitaris Led Zeppelin) Jimmy Page untuk nuansa lebih dark pada bridge lagu. Lalu menggunakan shimmer pada bagian song untuk mendapatkan nuansa yang lebih gelap juga. Ada juga suara Hammond yang merayap pada reff-reff terakhir untuk mencapai klimaks. Sementara di dua lagu sebelumnya, dari awal hingga akhir selalu menampilkan distorsi. Untuk lagu ini, sengaja distorsi, dram dan instrumen lainnya berada pada reff hingga akhir,” beber Memoar lagi merinci.
Banyak pengaruh yang diserap Memoar untuk mewujudkan nuansa gelap dari trilogi “An Epitome of Chemistry”. Dimulai dari lagu pembuka, “Open Cage” yang sangat kental akan karakteristik musik dari band rock Finlandia, H.I.M.. Mulai dari cara bernyanyi, sound hingga pada permainan gitar dan bass. Sementara pada lagu “Deep Breath”, cukup kental terpengaruh racikan musik dari band rock legendaris asal AS, Faith No More. Sementara di “Nothing”, sedikit banyak bernuansa Converge, band cadas asal AS.
“Tapi kalau diurut-urut, benang merah H.I.M dan Faith No More mempunyai pengaruh yang besar dalam bermusik Memoar. Mungkin kami mendepskripsikannya sebagai rock Memoar. Kepuasan untuk single-single tersebut adalah, kami bisa mencurahkan semua yang kami inginkan dalam segi sound. Menyampur antara fuzz dengan shimmer, menyampur whammy dengan Hammond, menyampur looping synth tanpa adanya batasan-batasan. Kepuasan menjadi musisi dalam berkarya sangat terealisasikan di sini.”
Saat ini “Nothing” telah tersaji di berbagai platform digital, sementara untuk video musik saat ini sedang dalam finalisasi, yang dieksekusi oleh Eunoia Pictures. (mdy/MK01)