IN HURRICANE RHYTHM Mengenang Mendiang Vokalis di “Simfoni Terakhir”

Semenjak kembali aktif eksis ke skena akhir 2019 lalu, usai vakum selama kurang lebih tujuh tahun, unit rock asal Jakarta ini mencoba terus menjaga momentum geliat karirnya. Awalnya ditandai lewat lagu rilisan tunggal bertajuk “Pandora” yang dilepas pada 2020, lalu menyusul lagu berikutnya, “Gadis Pembawa Lentera” (2021).

Namun pada awal Juli tahun lalu, kabar duka menyergap In Hurricane Rhythm (IHR). Vokalis mereka, Berry ‘Ibenk’ Syaibar meninggal dunia, di tengah kegalauan internal band akibat deraan pandemi yang berkepanjangan, yang mematahkan segala rencana. 

Kini, untuk mengenang Ibenk, IHR memutuskan kembali berkarya dengan melepas lagu rilisan tunggal terbaru berjudul “Simfoni Terakhir”. Karya yang tercipta sebagai bentuk penghormatan akan semangat dan energi Ibenk yang tidak pernah surut sampai akhir. 

“Lagu ini dirilis dengan harapan dapat dikenang sepanjang masa oleh semua kalangan sekaligus menjadi ‘monumen’ untuk mendiang Ibenk, sekaligus menjadikan semangat rekan-rekan lain yang ditinggalkan agar tetap dapat melanjutkan berkarya, sebagaimana semangat yang ditunjukkan mendiang Ibenk,” ujar pihak band mengungkap alasan. 

Pengerjaan “Simfoni Terakhir” sendiri digarap oleh dua personel IHR saat ini, yakni Andi ‘Tebe’ Prawira yang menulis lirik, sekaligus mengisi vokal, dan memainkan isian gitar, bass dan dram, bersama gitaris barunya, Romano MJVW yang berkontribusi di isian lead guitar. Mereka merekam dan memproduksinya di Kupink Studio, Jakarta, dengan bantuan Nicko Prabowo yang bertindak produser dan engineer untuk proses mixing dan mastering.

.

.

Sebagai sebuah karya penghormatan, lirik “Simfoni Terakhir” menuturkan tentang kepergian seorang sahabat, tentang sebuah penyesalan terbesar kehilangan rekan berkarya. Bukan hanya dari segi pertemanan, melainkan juga sebagai partner yang dapat berbaur dan berbagi di segala situasi hidup. Simfoni juga berarti kemegahan yang bersenandung dalam irama. 

“Setelah mendiang vokalis kami berpulang, saya seperti tidak ingin melakukan apa pun yang berhubungan dengan musik. Disamping mungkin ada sisi trauma. Saat penggarapan materi terakhir bersama Almarhum, saya intens melakukan produksi bersama Ibenk. Banyak yang kami diskusikan dan lakukan untuk kebutuhan promo saat itu, membuat saya tidak mudah lupa proses demi prosesnya. Mungkin seperti tren sekarang, healing dulu untuk memulai lagi semua dari awal untuk mendapatkan energi baru,” tutur Tebe kepada MUSIKERAS, terus-terang.

Dalam meracik komposisi musiknya, Tebe menegaskan tak ada perbedaan jika dibandingkan dengan karya-karya lagu mereka sebelumnya. Masih mempertemukan latar belakang musikal yang berbasis Seattle sounds, metal, punk sampai hardcore.

“Secara warna dan teknis tetap mempertahankan seperti dari rilisan kami sebelum-sebelumnya, tidak ada perbedaan signifikan. Kami tetap bertahan dengan ciri kami. Hanya, saat ini gitaris kami yang baru, Romano dapat memberikan nuansa baru untuk isian lead gitar, yang cenderung nge-blues. Referensi masih tetep sama, post-Beatles. Dari underground to overground.”

Selain “Simfoni Terakhir” yang telah diedarkan di berbagai platform digital sejak 17 Juni lalu, IHR yang kini dihuni pula oleh Dicky (bass) dan Ian (dram), juga tengah merencanakan bakal merilis lagu daur ulang dari band yang pernah mengisi album kompilasi “Anthem of Tomorrow” (2004). Namun band yang dipilih masih dirahasiakan. “Udah ijin sama yang punya lagu dan dibolehin, dibolehin buat diberantakin, hahaha!” 

Sejak terbentuk pada pertengahan 2004 silam, IHR tercatat telah merilis lagu “My Empty Heart” dan “So Bad” pada 2006, lalu album debut berjudul “Obsesi dan Cerita” (2009). Pada 2013, IHR sempat melahirkan single berjudul “Naluri Semesta” dan “Diam” sebelum vakum. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.