DIRTY FRANK Ingatkan Titik Akhir Perjalanan Manusia

Eksistensi trio alternative rock/grunge yang berbasis di Jakarta ini kembali dikobarkan. Sebuah lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “Cahaya Surga” segera dilesatkan untuk menegaskan kehadiran mereka. Sebelumnya, Dirty Frank sudah cukup dikenal lewat dua lagu karya awal mereka, yaitu “Bangga Masuk TV” dan “Demokrasi Palsu” yang sudah diperdengarkan pada 2021lalu. 

Kali ini, Yuddie ‘Vedder’ Dhanurendra aka YV (Vocal), Dewa Yudha (gitar) dan Dony Setiawan (dram) sedikit memberi nafas di peracikan komposisi “Cahaya Surga”. Tidak semeledak karya rekaman sebelumnya. Mereka sedikit mengendurkan ritme musiknya, walau di satu titik menjelang interlude, YV masih meneriakkan suara yang gahar. Penurunan tensi itu sengaja dilakukan untuk menyampaikan pesan di liriknya secara lebih maksimal, dimana Dirty Frank menyinggung introspeksi mendalam tentang masa depan kehidupan manusia setelah mati. 

“Lagu ini terinspirasi dari pemikiran bahwa semua orang bisa melihat cahaya surga, dan semua orang ingin menuju ke sana. Tetapi belum tentu semua menggapainya. Manusia harus intropeksi diri kenapa perjalanan menuju surga menjadi sulit,” urai YV tentang inti pesan dari liriknya.  

Proses pembuatan “Cahaya Surga” sendiri kurang lebih membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Sudah termasuk tahapan rekaman, mixing, mastering hingga penggarapan video musik.

.

.

Oh ya, pada awal Mei 2022 lalu, YV sempat melepas sebuah lagu berjudul “Human” untuk proyek solonya, dimana ia mengibarkan nama Dhanurendra. Lantas apa yang membedakan terapan musik antara proyek solo dengan Dirty Frank? 

Menurut YV, membedakannya gampang. Yang paling jelas, karya-karya yang dieksekusi di Dhanurendra sudah ada sebelum lagu-lagu Dirty Frank lahir. Alih-alih merekam ulang lagu-lagu yang sudah jadi tersebut, YV pun memilih merilisnya di bawah bendera Dhanurendra, tanpa harus repot-repot menggubah atau membongkar aransemennya. Lagipula, dari segi isian instrumentasi, masing-masing musisi pendukungnya mempunyai karakter yang sangat berbeda.

Namun satu yang pasti, di Dirty Frank, YV mendapatkan sarana yang tepat untuk menyalurkan ekspresi yang sarat emosi. “Meledak ledak dan penuh power! Bebas lepas dengan penuh kebisingan, pecah dan apa adanya. (Tapi) Saya semakin menemukan arti kedewasaan bermusik antara personel Dirty Frank dengan proyek solo Dhanurendra. Bisa menerima dan saling bergandengan. Antara Dirty Frank dan Dhanurendra adalah, satu di pundak kanan dan satu lagi di pundak kiri. Sama-sama satu kepala. Jadi amanah saya harus tetap menghidupkan keduanya secara berimbang beriringan,” papar YV kepada MUSIKERAS, penuh semangat.

“Cahaya Surga” rencananya akan dirilis via label MusicBlast pada 25 Oktober 2022 mendatang, tepat berbarengan dengan perayaan hari ulang tahun YV. Akan diedarkan dalam format digital ke berbagai platform seperti iTunes, Deezer, Spotify, Joox, Amazon dan YouTube. Lalu pada 29 Oktober 2022 mendatang, Dirty Frank bakal menggelar “Intimate Show” dengan mengundang awak media dan para sahabat. Setelah itu, ada pu;a rencana untuk menggelar tur promo di seputaran Jawa dan Bali. (mdy/MK01)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
ancreath
Read More

ANCREATH: Akhirnya Muntahkan EP Perdana

Usai jalani proses kreatif dan masa produksi selama hampir dua tahun, akhirnya Ancreath meresmikan perilisan album mini (EP) debutnya dalam format fisik (CD).
jamsky
Read More

JAMSKY: Tahun Ini Siapkan Album Debut

Lewat lagu baru, “Taklukkan Dunia”, Jamsky mantap berkiprah secara lebih serius di skena rock Indonesia. Bahkan sisa tahun ini, diniatkan rampungkan album.
burning impact
Read More

BURNING IMPACT: Didihkan EP Debut

Bersama Cute Papa, gitaris barunya yang misterius, Burning Impact mulai panaskan lagu-lagu rekaman terbarunya yang bakal disatukan dalam sebuah album mini (EP).
cyrocist
Read More

CYROCIST: Demo Abstrak nan Beringas

Sambil menyiapkan materi album perdananya, Cyrocist melepas tiga lagu dalam kemasan demo bertajuk “Dossier MMXXVI” yang abstrak, gelap dan beringas.