Sebagai upaya awalnya untuk ‘berkenalan’ sekaligus menunjukkan eksistensinya di skena musik Indonesia, band asal Jakarta yang menyebut paham musikalnya berada di jalur noise/heavy pop ini merilis dua lagu rilisan tunggal debutnya yang bertajuk “Lingkaran/Dekadensi”.
Memiliki pengaruh musik yang sangat beragam, mulai dari indie rock, pop, punk, metal, hardcore, hingga R&B membuat keempat personel KNIV., yakni Gerald ‘Geger’ Manuel (vokal), Andrew Sitompul (gitar), Aldi ‘Aldy’ Renaldi (bass) dan Kachida (dram) meleburkan semua referensi mereka menjadi baur dalam peracikan aransemen kedua lagu tadi.
Baik dari segi aransemen musik maupun lirik, “Lingkaran/Dekadensi” bak dua sisi koin yang bertolak belakang namun saling terkait. “Lingkaran” yang menceritakan tentang romantisme ‘tongkrongan’ dan bagaimana kebahagiaan sederhana bisa tercipta dari kegiatan tersebut memiliki nuansa musik yang lebih pop namun dengan raungan gitar overdrive yang membuat lagu ini terdengar lebih ‘bertenaga’.
“Dekadensi” di sisi lain bercerita tentang kemerosotan gairah yang disebabkan oleh tekanan dari atas dan segala bentuk kemuakan yang disebabkan oleh hal tersebut. Lagu yang dibalut dengan musik yang agresif, mentah dan tanpa basa-basi tersebut juga memiliki sedikit pengaruh doom/stoner metal pada paruh akhir untuk menggambarkan luapan amarah sosok dalam lirik lagu tersebut.
“‘Lingkaran’ dengan tema lirik dan aransemen musik yang lebih ceria dan kegeraman pada lagu ‘Dekadensi’ adalah dua nuansa perasaan yang sering dirasakan tiap orang dalam kesehariannya. Hitam dan putih, siang dan malam, air dan api, yin dan yang. Konsep inilah yang KNIV. coba sampaikan dalam rilisan debutnya ini,” urai pihak band dalam siaran pers resminya.
“Lingkaran/Dekadensi” sendiri direkam di ALS Studio, dengan proses pengerjaan yang bisa dibilang memakan waktu cukup lama. Minimnya jam terbang dalam hal perekaman musik menjadi masalah utama yang harus dihadapi. “Tantangannya sih banyak banget ya. Salah satunya mungkin datang dari dramer kami yang belum pernah rekaman, jadi waktu paling banyak terpakai di take dram yang membuat waktu rekaman personel lain jadi lebih sedikit. Tapi ya intinya, kami tetap bawa senang-senang aja sih. Mungkin kedengaran klise, tapi memang itu tujuan utama kami membuat KNIV. ini,” seru Geger kepada MUSIKERAS mengungkapkan alasannya.
“Ternyata rekaman susah,” cetus Kachida jujur, menimpali.
.
.
Pengaruh referensi genre yang cukup banyak, diakui KNIV. memang membuat proses kreatif sedikit ‘jomplang’. Andrew lebih kuat dengan pengaruh blues, lalu Aldy yang punya pengalaman memainkan metal di band dia sebelumnya, dan Kachida yang tekun mendengarkan dan datang ke acara-acara hardcore. Sementara Geger lebih banyak mengenyam referensi punk.
“Semuanya melebur tuh, jadilah dua lagu ini. Intinya sih ‘tengah-tengah’-nya dari referensi-referensi kami… ya indie rock/alternative rock gitu,” ujar Geger menegaskan.
“Di ‘Lingkaran’ itu kami ambil referensi dari Dinosaur Jr., Sonic Youth, Deafheaven sama Joy Division. Kalau ‘Dekadensi’ garis besarnya dari Nirvana, Stevie Ray Vaugan sama Black Sabbath,” Andrew menambahkan.
“Di ‘Lingkaran’ ada tuh part ‘two-step’ nya. Biar tetep ada hardcore-nya,” serunya tak mau kalah.
Walau memiliki karakter serta mood musik yang berbeda, namun masing-masing personel bisa benar-benar menggarap “Lingkaran/Dekadensi” dengan kerja sama yang organik. tetap melibatkan masukan ide tiap personel, dalam situasi nongkrong yang santai.
“Untuk ‘Lingkaran’ waktu itu bikinnya bener-bener mengalir gitu sih. Andrew lagi main ke rumah gue terus dia mainin gitar gue dan langsung mainin riff dari verse lagu itu. Dan karena dibuatnya pas lagi nongkrong, ya udah aja tema liriknya dibikin tentang itu. Walaupun kalau boleh jujur, tema lirik ‘Lingkaran’ sebagian terinspirasi dari temen gua yang ngebet bikin film pendek. Dia nulis sinopsisnya di HP gue karena HP-nya lagi nggak sama dia. Setelah gue baca-baca di rumah, tulisannya oke juga. Jadilah gue terinspirasi bikin lirik lingkaran dari beberapa kalimat sinopsis film yang belum dan mungkin nggak akan pernah jadi itu, hahaha.”
Sementara saat penggarapan “Dekadensi”, bagan dan lirik semua sudah dibawa ke studio oleh Geger, yang lantas bersama personel lain dilakukan pemolesan aransemen, tentunya dengan taste mereka masing masing.
“Cepet banget sih waktu itu proses aransemen si ‘Dekadensi’ ini. Karena lagu itu emang nggak banyak basa-basi. Straight to the point aja gitu,” ujar Aldy memperjelas.
Usai perilisan “Lingkaran/Dekadensi”, KNIV. sudah menjadwalkan sejumlah rencana. Selain fokus untuk promo maxi-single mereka, baik di panggung maupun promo di dunia maya, mereka juga kini tengah menggarap karya lagu berikutnya. Awal tahun depan dicanangkan sudah bisa rilis. Setelah itu akan mengalihkan fokus ke penggodokan album mini atau EP.
“Lingkaran/Dekadensi” sudah bisa didengarkan di semua platform digital streaming sejak 22 Oktober 2022 lalu. (aug/MK02)
.
.