Sebentar Lagi, Album Brutal CRANIAL DISORDER Rilis!

Pejuang brutal death metal yang dibentuk di Aikmel, Lombok Timur (NTB) pada 2019 lalu ini telah berancang-ancang untuk segera memuntahkan karya album debutnya dalam waktu dekat. Sebagai pemanasan, dua komposisi beringas bertajuk “Exalting the Perversion” dan “Traitor” telah dilampiaskan untuk menyalakan bara, sebelum membakar lebih perih lewat album yang bakal diedarkan oleh Dismembered Record, sebuah label rekaman independen asal Banjarnegara, Jawa Tengah.

Total bakal ada sembilan trek yang menjadi amunisi panas di album tersebut, dimana proses pemolesan mixing dan mastering untuk keseluruhan materi sudah rampung. Dan dari sisi pengeksekusian konsep musiknya, Cranial Disorder yang digerakkan oleh formasi Muhammad Helmi ‘Max’ Juhaeri (vokal), Muhammad Faruk (dram), Hasbullah ‘Alan’ Fadhlani (gitar) dan Riza ‘Ijakul’ Maulana (bass) sedikit banyak terpengaruh gerak-gerik musikal band-band dunia macam Suffocation, Disgorge, Cannibal Corpse, Disavowed serta pahlawan lokal macam Viscral, Jasad dan Siksa Kubur.

“Konsep brutal death yang kami suguhkan pada album ini cukup kompleks,” cetus Cranial Disorder kepada MUSIKERAS, menegaskan formulanya.

.

.

Selain itu, mereka juga banyak menyuntikkan elemen yang tidak umum di sub-genre tersebut. Di pembukaan trek pertama misalnya, ada sisipan suara wayang yang cukup gelap, dengan terapan mixing plus tambahan suara noise yang bahkan bisa membuat orang yang mendengarkannya halusinasi.

“Kami memilih wayang juga untuk memperkenalkan budaya wayang (asli) Lombok yang tidak begitu banyak orang luar yang tahu.”

Lalu secara keseluruhan, Cranial Disorder juga menerapkan penalaan senar (tuning) gitar yang cukup rendah, yakni di drop C dengan pola riff gaya lama, yang dikombinasikan dengan penggunaan double kick serta berondongan blastbeat pada dram yang tiada henti. “F**king groovy, yang membuat musik kami sedikit berbeda dari yang lain,” seru mereka meyakinkan.

Bagi para personel Cranial Disorder, brutal death metal merupakan salah satu paham yang memberi kebebasan bagi mereka dalam bereksplorasi, dengan konsep yang mungkin tidak semua orang bisa menirunya. “Karena menurut kami, metal itu tidak mudah dari segi pembuatan lagu, artwork bahkan (untuk) menyatukan pikiran. Itu sangat sulit. Jadi… if it easy, it would’t be metal!” (aug/MK02)

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.