Cranial Disorder menggasak lagi. Sebuah album baru bakal mereka semburkan, berjudul “Congenital Depravity” dan dirilis via Lethal Scissor Records, sebuah label rekaman independen asal Italia.

Pihak band yang digerakkan vokalis Helmi Juhairi (Max), gitaris Fadhlani (Alan), bassis Riza Maulana (Ijakull) dan dramer Faruq Al Wahab ini menyebut “Congenital Depravity” sebagai salah satu kebrutalan skena ekstrim tahun ini. Khususnya di daerah asal mereka, Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

“Congenital Depravity” sendiri ditulis Cranial Disorder di awal 2020. Tema lirik lagu-lagunya menceritakan kisah fiksional tentang seseorang yang dilahirkan sangat buruk dengan segala keterburukan yang ada di dunia.

Durasi pengerjaannya menghabiskan waktu selama empat tahun, dan beberapa trek direkam di studio yang berbeda. “Tetapi sebagian besar lagu direkam di studio di Bali. Khususnya di dram, tapi gitar, bass dan vokal dilakukan di home studio kami,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS.

Dari sisi musikal, komposisi yang digelontorkan di “Congenital Depravity” sangat kental akan terapan death metal gaya lama dari era 2000-an yang brutal dan kompleks. Konsep itu yang menjadi ciri khas di album tersebut.

“Di album ini, masih ringan atau easy listening di telinga kawan brutal death. Tetapi lebih menekankan di lirik serta tone dan nada nada yang extreme. Tidak lupa juga ada penambahan unsur tradisional yang diawali dengan intro yang cukup gelap, yang menjadikan album ini menjadi salah satu album yang patut kalian miliki di tahun ini. Untuk kalian penggemar Suffocation, Disavowed, Pyaemia, kalian bisa dengar album ini!”

Tapi selain nama band-band tadi, para personel Cranial Disorder juga menyebut beberapa band lokal sebagai acuan. Di antaranya seperti Siksakubur serta Viscral.

“Sepertinya ini semua mengacu pada selera sih, karena memang kebanyakan dari kami lebih dominan ke mereka (band luar), tapi dari lokal juga banyak.”

Dari delapan trek yang digeber di “Congenital Depravity”, Cranial Disorder menyebut lagu berjudul “Traitor” sebagai komposisi yang menantang secara teknis saat mengeksekusi rekamannya. 

“Paling berbeda karena secara teknis lagu ini sangat cepat dibanding lagu yang lain,” cetus mereka beralasan.

Album “Congenital Depravity” sendiri baru akan tersedia pada 10 Juli 2024 mendatang. Akan tetapi, dua trek dari album tersebut sudah diperdengarkan di kanal YouTube Lethal Scissor Records, yaitu “Perpetual Dismemberment” dan “Compulsive Savagery”. 

Sementara untuk rilisan format fisik (CD) rencananya akan segera dimuntahkan dalam beberapa hari ini, dengan jumlah yang sangat terbatas, dan dipaketkan dengan merchandise tshirt. (aug/MK02)