‘Ujaran Kebencian’ SERMON HATRED di Jalan Hardcore

demokrasi omong kosong / jika kritikan ditafsir makar / sila kedua, sila kelima mengamputasi hak azazi / mata pertiwi memerah / anak bangsa bela sungkawa / marwah bangsa entah ke mana / pertiwi dikremasi marwahnya / seperti mayat mati suri

Sejumput lirik di atas adalah muntahan amarah dari unit pendatang baru berpaham hardcore yang berasal dari sisi Selatan Sumatera, yang dituangkan dalam karya lagu rilisan tunggal debut bertajuk “Mata Pertiwi Memerah”. Sesuai arti dari nama bandnya, yakni Sermon Hatred, lagu di atas seolah menjadi luapan khotbah dari kebencian mereka terhadap kondisi demokrasi di Tanah Air.   

Lagu itu sendiri merupakan ujung tombak, sebagai pembuka jalan menuju penggarapan album yang dicanangkan oleh para personelnya, yakni Rudy Asmara (gitar), Archi (bass), Ridho (dram) dan E. ‘Eko Ireng’ Lisdian (vokal), bisa diedarkan mulai Maret 2023 mendatang. 

Proses kreatif penggarapan “Mata Pertiwi Memerah” berlangsung selama kurang lebih satu bulan, yang dieksekusi di Apache Musik Studio, Bekasi. Lalu digodok secara paralel dengan materi album yang sejauh ini sudah mencapai 50%. Keseluruhan lirik juga bertemakan kondisi sosial dan ketidakadilan. 

.

.

Dengan lirik keras dan tajam, hardcore menjadi kendaraan yang paling tepat bagi Sermon Hatred untuk mengekspresikan jiwanya yang berontak. “Hardcore adalah musik yang pas untuk meluapkan kekesalan terhadap kepemimpinan negeri ini lewat karya, yang membuat pendiri bangsa terharu dengan keadaan negara kita saat ini. Referensi musik kami adalah Hatebreed untuk band luar dan band-band hardcore lokal seperti Jeruji, Taring, Devadata dan Fraud,” seru pihak Sermon Hatred kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Sermon Hatred sendiri mulai menggeliatkan karirnya pada Maret 2022 lalu di Palembang. Personel pendukungnya datang dari band yang berbeda. Eko sebelumnya tergabung di band penganut death metal yang sudah vakum, yakni Kandang Kawat. Sementara Rudy Asmara malah menghuni dua band, yakni Ketoprak serta band speed metal bernama Kagendra, bersama Archi dan Ridho. Dua nama terakhir juga sama-sama menghuni band lainnya, yakni Curse Of Satan. Namun atas nama komitmen dan kecintaan terhadap musik hardcore, mereka pun sepakat berkolaborasi di Sermon Hatred untuk membuktikan keseriusan mereka dalam bermusik. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
karam
Read More

KARAM: Kepekatan Black dan Doom Metal

Sebelum menuju album, sejauh ini Karam telah memperdengarkan dua lagu rilisan tunggal. Termasuk yang terbaru, “Rekah” yang diformulasikan lebih gelap.
danz
Read More

DANZ: Trio Nekat Pindah Sekte?

Personel ADA Band, Lyla dan Govinda menyatu dalam formasi DANZ, yang menggeber formula modern rock yang lebih gelap, agresif serta eksploratif.
jivamaya
Read More

JIVAMAYA: Kisah Nyata di Balik Post-Rock

Pengalaman nyata menuntun Jivamaya untuk meneguhkan niat mewujudkan karya lagu rilisan tunggal debutnya, dan keluar dari zona nyaman.