PLANET Daur Ulang Karya Grunge Dua Dekade Lalu

Usai tidur panjang selama dua dekade, kuartet grunge/alternative rock asal Surabaya, Jawa Timur ini akhirnya memutuskan menggeliat lagi dan berkarya tahun ini. Sebagai gebrakan awal, Planet melepasliarkan lagu rilisan tunggal bertajuk “Superhero” dan “Pecundang” sejak November lalu. Keduanya merupakan lagu lama yang direkam ulang. 

Bahkan rencananya, Desember dan Januari 2023 mendatang, Planet yang terbentuk sejak 1996 silam juga akan meluncurkan karya-karya lagu tunggal selanjutnya, untuk mengejar ketertinggalan amunisi materi lagu setelah masa vakum.

“Dua lagu ini adalah lagu lama dari tahun 1997. Dulu lagu ‘Superhero’ dan ‘Pecundang’ ini (merupakan) lagu andalan kami yang tidak pernah sempat dirilis. Kami sama sekali tidak mengubah aransemen dan liriknya. Dikerjakan secara bersamaan, track recording di studio Natural Surabaya, sementara proses mixing dan mastering di Bandung, dikerjakan oleh personel band (pop Bandung) Five Minutes,” ujar Planet kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

.

.

Walau terpaut jarak 20 tahun, namun Planet yang dihuni formasi Jonas Santoso (vokal), Nanang Bayu Lumintir (gitar), David Hariyanto (gitar), Erik Darianto (bass) dan Bobby Kenichi (dram) merasa tidak perlu mengubah apa pun secara musikal di lagu-lagunya. 

“Tidak ada yang berbeda. Karena kami tidak ada perubahan secara musikal, aransemen dan lirik. Karena kami merasa dua lagu ini secara musikal masih relevan untuk jaman sekarang,” cetusnya.

Namun untuk ke depannya, Planet ingin membuat musik yang lebih mudah dicerna, sambil tetap mempertahankan kegarangannya. “Kalau soal referensi kami sudah tidak terlalu pusing. Karena dari sisi usia dan pengalaman, sebenarnya sudah terbentuk karakter musikal masing-masing. Jadi kami lebih fokus ke konsep catchy tapi garang.”

Sejak pertama kali terbentuk, Planet sudah pernah merilis album “Invasi” (1996) dan “Planet – The EP” (1997). “Superhero” dan “Pecundang” sendiri sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Deezer, TikTok, Joox, Resso dan lain-lainnya. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darraq
Read More

DARRAQ: Menabrak Batas Konvensional

Di album mini (EP) debutnya, “Of Human Nature”, Darraq menerapkan banyak warna. Ada elemen black metal, doom metal, doom stoner, groove hingga speed metal.
revelish
Read More

REVELISH: Eksplorasi Awal di Metal Modern

Lagu rekaman debut “Falsehood Progression” disuarakan Revelish sebagai penyaluran kemarahan kolektif dalam geberan komposisi metal yang kekinian.
killer of gods
Read More

KILLER OF GODS: Tusukan Kebrutalan Demagogi

Album brutal death metal yang mengangkat kritik atas demagogi dan ketimpangan sosial disemburkan Killer Of Gods lewat sembilan amunisi lagu beringas.
metyr
Read More

METYR: Paduan Post-Black dan Blackgaze

Tiga lagu diguyurkan Metyr sekaligus lewat album debut (EP) self-titled yang sarat paduan elemen post-black metal, shoegaze dan post-rock yang atmosferik.