WATCHOUT Luapkan Hardcore Elastis di Album “Bless the Rage”

Legiun hardcore yang berbasis di Jember, Jawa Timur ini kembali menggeliat. Sebuah karya representasi musik dan rekapitulasi tuangan kemarahan mereka dalam arus musik hardcore, dilampiaskan lewat sebuah album penuh bertajuk “Bless the Rage”.

Sebelumnya, Watchout telah memulai menyulut kemarahan itu lewat lagu rilisan tunggal berjudul “Terjebak Nyata” yang digeber pada April 2021. Serta beberapa lagu lepas lainnya seperti “Fight Me More”, “Embodiment of Hyprocisy” dan “Natural Revenge”.

Butuh waktu selama lebih dari tiga tahun, tepatnya periode 2018 – 2020 untuk mematangkan 10 lagu yang menjadi amunisi “Bless the Rage”. Nyawa band ini, yang diperkuat Riyandi ‘Ryan’ Permana (vokal), Yuyud ‘Gober’ Nur Syamsiadi (gitar), Faisal Khatir Fasa (bass) dan Fian Tisna Perjaka (dram) menggarap rekamannya di Rajawali Music Studio, lalu dilanjutkan di Ave Music Studio untuk pemolesan mixing dan mastering. Mereka mendapat dukungan penuh dari Klanrock Records dalam mewujudkan “Bless the Rage”.

“Proses penggarapan materi lagu yang benar-benar kami pertimbangkan dalam eksekusi final di setiap materi yang kami buat. Proses rekaman dengan equipment lebih proper dibanding EP sebelumnya, ditambah lagi dengan produksi rilisan fisik menggunakan sistem replikasi CD sebanyak 500 keping, demi kualitas sound yang diinginkan dan bisa salurkan amarah dengan karya,” ujar pihak Watchout kepada MUSIKERAS, meyakinkan proses kreatifnya.

.

.

Tapi uniknya, dari 10 trek yang menyesaki “Bless the Rage”, terselip komposisi berjudul “Kala Fana” yang hanya berdurasi 35 detik. Dihadirkan sebagai pelengkap album. “Semua instrumen dan lirik bikin di studio rekaman secara spontan setelah menyelesaikan sembilan trek. Alasannya sederhana, tanggung.. biar sekalian jadi 10 trek!” 

Walau kelihatannya mengedepankan hardcore sebagai label musiknya, namun konsep yang diterapkan Watchout keseluruhan justru dibiarkan melebar elastis. Tidak hanya menyerap referensi dari hardcore, namun juga di luar area genre tersebut.

“Referensi musik nggak cuma dari band hardcore aja, juga ambil (dari) genre yang bisa dibilang umum seperti Megadeth, Deftones, Sepultura, Metallica dan lain-lain. Kalau untuk yang hardcore ada Vision of Disorder, Terror, Madball, Warzone dan Ryker’s.”

“Bless the Rage” sudah tersedia dalam format fisik (CD) sejak 8 Oktober 2022 lalu. Watchout sendiri mulai berkiprah di skena cadas sejak 2012 silam, lalu merilis album mini (EP) bertitel “Embodiment of Hyprocisy” dua tahun kemudian. (mdy/MK01)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
karam
Read More

KARAM: Kepekatan Black dan Doom Metal

Sebelum menuju album, sejauh ini Karam telah memperdengarkan dua lagu rilisan tunggal. Termasuk yang terbaru, “Rekah” yang diformulasikan lebih gelap.
danz
Read More

DANZ: Trio Nekat Pindah Sekte?

Personel ADA Band, Lyla dan Govinda menyatu dalam formasi DANZ, yang menggeber formula modern rock yang lebih gelap, agresif serta eksploratif.
jivamaya
Read More

JIVAMAYA: Kisah Nyata di Balik Post-Rock

Pengalaman nyata menuntun Jivamaya untuk meneguhkan niat mewujudkan karya lagu rilisan tunggal debutnya, dan keluar dari zona nyaman.