Jika membahas seputar musik keras, Surabaya jelas tak bisa dihilangkan dari tangkapan radar, sejak era 1970-an hingga hari ini. Selalu saja ada penerus, dari band-band baru yang membawa semangat dari tahun ke tahun. Tentu saja dengan ciri khas baru di tiap generasinya. Termasuk di skena hardcore, arena yang digeluti oleh band bentukan awal pandemi Covid-19 ini.
Pada 2020 lalu, Educate telah menelurkan karya rekaman demo berisikan tiga lagu, tepat di tahun kelahiran mereka. Di situ, mereka menggasak musik ala New York Hardcore era 90-an dengan terapan permainan gitar berat yang groovy. Lalu kini, agresi tersebut berlanjut. Pada awal kuartal kedua tahun ini, band yang dihuni Iddo Wildan Abror (gitar), Denny Manap (gitar), Andhika Putra Nardi (bass), Felik Juventio (vokal) dan Alvin Muhammad Fauzi (dram) tersebut kembali menelurkan rilisan berupa album mini (EP) self-titled.
Ada enam amunisi berdaya ledak tinggi, plus sebuah trek bonus tersembunyi (hidden track) yang merupakan nomor daur ulang (cover) milik unit hardcore punk asal AS, Allegiance berjudul “1000 Words” di EP rilisan Newstone Records ini. Keseluruhan produksi rekaman mereka eksekusi di studio Natural dan studio Dhisu Rekam, dengan mempercayakan pengolahan suara di tahapan mixing dan mastering kepada Indra Cahya Septian dari Texas Sicklab Studio, plus OuchFinger untuk perancangan ilustrasi artwork. Sejak pengonsepan lagu hingga rampung menjadi sebuah kemasan EP, Educate membutuhkan waktu pengerjaan selama enam bulan.
.
.
Bisa dikatakan, EP self-titled merupakan sebuah pelampiasan bagi Educate, dimana mereka mendapatkan kesempatan untuk bereksperimen. Kepada MUSIKERAS, mereka mengaku menggabungkan sound dari band-band NYHC seperti Madball dan Sick of it All, yang lantas ditambahkan dengan ketukan groovy serta isian vokal berkontur rap.
“Itulah formula yang coba kami angkat dan kami suguhkan, di antara rilisan band-band hardcore yang dengan sound berat ala beatdown. Pada dasarnya kami mencoba membuat sound yang catchy dan tidak berbelit,” cetus Educate menegaskan.
Lebih tepatnya, lanjut Educate lagi, mereka banyak mengambil inspirasi pola riff dari Madball, Terror serta beberapa dari Power Trip. Akan tetapi, mereka juga mencoba memasukan crossover. Misalnya di lagu “Spirit of Mess” yang mereka anggap sebagai lagu aneh sekaligus tersulit dieksekusi saat rekaman. “Karena di sana banyak part yang campuran, serta tempo yang naik-turun!”
EP self-titled pertama kali tersedia di kanal Bandcamp sejak 7 Mei 2023, lalu menyusul di berbagai platform digital streaming lainnya pada 21 Mei 2023. Dan selanjutnya, Educate juga sudah memulai menabung materi untuk rilisan baru, serta rencana tur ke berbagai kota. (aug/MK02)
.
.