Dunia Emo SESAK, tentang Doa yang Tak Berbalas

Akhir 2023 dianggap oleh pemeluk paham alternative rock/emo/post-hardocore asal Kota Bandung, Jawa Barat ini sebagai saat yang tepat untuk meluncurkan lagu rilisan tunggal keduanya, yang bertajuk “Karam”. Sesak menargetkan bisa mengobati kerinduan pendengar akan riuhnya moshpit di era gigs emo 2000an, di tengah kebangkitan beragam festival dan hajatan musik serta emo revival yang diprediksi bakal kembali menghiasi panggung rock Tanah Air.

Sedikit berbeda dibanding “Batas”, karya debut Sesak yang diluncurkan pada pertengahan 2021 lalu, kali ini wujud materi “Karam” diklaim paling agresif. Sesak mencoba untuk mengembangkan musik mereka dengan terapan riff-riff kasar dan suara bass yang kotor disertai perpaduan vokal scream dan clean ala Spencer Chamberlain dan Aaron Gillespie. Namun lebih raw dan spontan. 

Bagi para personel Sesak yang diperkuat Yusuf Twindana Ibrahim (vokal), Pradipta F. Wichaksana aka Dozzy (gitar), Satria Bramanda Ramadhany aka Ibam (gitar), Indra Samiadji Ramadhany aka Bonky (bass) dan Lucky Greeber (dram), tema lirik yang dikoarkan di lagu “Karam” mengungkapkan tentang pengharapan akan sesuatu, namun tidak pernah terbalas atau terwujudkan.

“Seperti doa-doa yang dipendam dan tidak pernah dipanjatkan, perasaan keputusasaan yang bercampur aduk itu coba digambarkan melalui single ‘Karam’ ini,” ucap Yusuf, vokalis band Sesak menegaskan.

Proses kreatif penggarapan “Karam” berawal di sekitar November 2018 lalu, dimana Sesak mencoba merekam riff-riff gitar, bersama arahan dari produser Fariz ‘Blank’ Maulana di tiap instrumennya. Lalu setelah jadi, ada beberapa momen gonta-ganti metode untuk perekaman beberapa instrumen, seperti dram, gitar, vokal dan penyesuaian sound-nya. Sedikit banyak referensi musiknya sendiri mengacu ke band-band dunia seperti Static Dress, Underoath, Counterparts, Chiodos, Alexisonfire hingga Saosin.

“Pencarian lirik dan teknik vokal pun menjadi tantangan untuk mencari benang merah dari Sesak itu sendiri, bagaimana dari single awal sampai nanti ke EP atau album kami tetapkan biar mengalir begitu saja. Kesibukan, pandemi, dan hal lainnya membuat ‘Karam’ sedikit kena jeda, dan sampai di pertengahan 2021 kami lock dan rekam di Omegawave Records. Selang dua tahun kami memantapkan untuk bikin video musik ‘Karam,’ dan akhirnya rilislah ‘Karam’ pada 23 Desember 2023. Perjalanan panjang untuk satu single, namun kami puas karena memang ini momen untuk melahirkan ‘Karam’,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkap rincian prosesnya.

Usai perilisan “Karam”, Sesak yang terbentuk pada 2018 lalu ini mulai mengarahkan fokus kreativitasnya menuju penggodokan album mini (EP). Sejauh ini pembuatannya sudah memasuki tahap produksi, termasuk perekaman instrumentasinya. Sementara untuk rencana rilisnya, Sesak menargetkan bisa dirilis tahun depan.

Rilisan audio serta video musik “Karam” sudah tersedia di berbagai platform digital serta di kanal YouTube resmi Sesak, sejak 23 Desember 2023. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
altaraven
Read More

ALTARAVEN: Bukan Death Metal Konvensional

Masih bagian dari album “Nova Libertas”, Altaraven lesatkan video musik “Kalibrasi Iblis”, yang dianggap mewakili kejujuran musik band ini.
amorphous
Read More

AMORPHOUS: Di Gerbang Api Kedua Black Metal

Gerbang menuju album mini (EP) telah dibuka oleh Amorphous lewat lagu lepas terbaru, dieksekusi formasi terkini yang terberkati untuk bergabung.
convalescent
Read More

CONVALESCENT: Makin Berat dan Melodik

Sambut perilisan album penuh yang ditargetkan rilis tahun ini juga, Convalescent kembali luncurkan salah satu unggulannya, bertajuk “Pulling Teeth”.