DYSLEXIA: Penganiayaan Tanpa Ampun di Jalur Slam Brutal Death Metal

Jelang perilisan album penuh debutnya, unit cadas asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Dyslexia muntahkan “Relentless Persecution”.
dyslexia

Dyslexia adalah salah satu contoh yang membuktikan regenerasi band death metal di skena musik ‘bawah tanah’ Indonesia berjalan dengan baik. Khususnya yang menganut paham ‘brutal’.

Band yang dibentuk pada 2019 lalu ini dengan mantap menancapkan taringnya dengan formula slam brutal death metal (SBDM). Seperti yang telah mereka lampiaskan di lagu rilisan tunggal debutnya, “Genital Slaughtered Organ” yang disambut baik oleh para metalhead lokal.

Lagu itu diperdengarkan pertama kali pada 31 Mei 2022 lalu, yang dieksekusi oleh formasi terkininya; gitaris Adi Pratama, bassis Muhammad Andriawan (Andri), dramer Wahyu Danang (Danang) dan vokalis Wijayanto (Wija).

“Kami mengusung genre SBDM karena sesuai dengan selera kami. Komposisi musiknya memadukan elemen-elemen brutal death metal dengan gaya slamming dengan ritme yang lambat dan brutal berfokus pada kekerasan, ritme yang berat, dan vokal yang brutal,” ujar Adi kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Dan seperti band SBDM pada umumnya, Dyslexia juga terinspirasi Suffocation serta band-band sejenis mancanegara lainnya seperti Extermination Dismemberment, Organectomy dan Peeling Flesh.

Dalam skena musik di kota Kendari, khususnya di kubangan metal ekstrim saat ini, Adi melihatnya sedang mengalami pasang surut. Tidak seperti skena di Ibukota yang besar.

“Untuk beberapa tahun belakangan Kendari mengalami penurunan, kami pun tidak mengetahui penyebabnya apa. Tetapi kami tetap mencoba tetap eksis meskipun dengan kondisi dan situasi seperti saat ini.”

Dyslexia sendiri kini telah merampungkan proses produksi album penuh perdananya yang diberi judul “Infliction of Agony”. Karya rekaman tersebut rencananya akan dirilis pada awal Agustus 2025 via Brutal Mind, label rekaman spesialis death metal yang berbasis di Jakarta.

Sejak 16 Mei 2025 lalu, Brutal Mind telah merilis “Relentless Persecution”, lagu pembuka dan pemanasan dari album tersebut via kanal YouTube resminya.

Lagu ini secara spesial menampilkan Aditya Prakoso, vokalis/gitaris Gerogot, band brutal death metal asal Surabaya, Jawa Timur.

“Kami menampilkan mas Adit (Gerogot) karena dia memiliki power dan kekuatan vokal yang menarik dan lebih gaul buat kami collab. Dia juga memiliki karakter vokal seperti vokalis Deeds Of Flesh. Berasa kena caffein tapi lewat kuping, sehingga kami tertarik buat collab dengan mas Adit,” seru Adi mengungkapkan.

“Infliction of Agony” sendiri memuat sembilan amunisi lagu yang direkam di Witchery Labs, Kendari. Para personel Dyslexia menghabiskan sebanyak empat shift pemakaian studio pada April 2023 lalu. Sementara untuk tahapan mixing dan mastering dipercayakan kepada Indra Komenk di Texas Sicklab, Sidoarjo, Jawa Timur.

Selama menjalani proses rekaman, Adi menuturkan bahwa Dyslexia mengalami momen suka dan duka.

“Sukanya, yaitu momen ketika ide-ide musik yang selama ini hanya ada di kepala akhirnya bisa direkam dan disusun secara konkret adalah pengalaman yang sangat memuaskan serta kebersamaan saat proses rekaman.”

Sedangkan sisi dukanya, Adi mengakui mengalami keterbatasan dana dan waktu karena biaya sewa studio rekaman ini tidak murah. Jika waktunya terbatas, tekanan untuk menyelesaikan lagu bisa membuat kreativitas terhambat atau hasil menjadi kurang maksimal.

“Kadang harus mengulang bagian kecil berkali-kali sampai benar-benar pas. Sehingga proses pengerjaan album ini dibutuhkan dana yang maksimal untuk memberi materi atau karya sesuai harapan kami.”

Setelah perilisan album nantinya, Dyslexia berharap bisa menggelar pertunjukan di luar pulau Sulawesi, mengunjungi kota-kota besar di pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, dan lain-lainnya untuk mempromosikan album “Infliction of Agony”. (*/MK03)

dyslexia

Susunan lagu di “Infliction of Agony”:

1. Mal’tret (Intro)
2. Genital Slaughtered Organ
3. Method Surgical Rectum
4. Relentless Persecution
5. Inhuman Butchery
6. Stuck In Agony
7. Destroys Fragile Life
8. Grisly Barbaric
9. Infliction Of Agony

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts