STEREOWALL: “Karakter Vokal Zeva Lebih Heavy!”

Usai mengesahkan Zevana Arga sebagai vokalis baru pada Desember 2025 lalu, Stereowall pun luncurkan lagu rekaman terbarunya, “Sisa Asa”.
stereowall
STEREOWALL

Stereowall kehilangan Cynantia Pratita (Tita), vokalis sebelumnya yang resmi mengundurkan diri pada November 2025. Namun tidak butuh waktu lama, Zevana Arga (Zeva) datang mengisi kekosongan, sekaligus menjaga momentum karier band modern rock asal Jakarta ini.

Usai menjajal berbagai panggung – termasuk Rock In Solo (23 November 2025) serta Musikeras: Distorsi Gegap Gempita (29 November 2025) – formasi terbaru ini pun masuk dapur rekaman.

Hasilnya, adalah sebuah lagu rilisan tunggal terbaru berjudul “Sisa Asa”, dimana liriknya ditulis berdasarkan pengalaman bassis Ramadhan Satria (Mamed).

“Lagu ini juga jadi momen pertama buat gue menulis lirik bener-bener sendiri buat Stereowall. Prosesnya dimulai dari lirik dulu, karena lagu ini cukup personal buat gue,” urai Mamed kepada MUSIKERAS mengungkapkan.

“Sisa Asa” sendiri merupakan sebuah karya reflektif, tentang bertahan di tengah kehilangan dan menemukan kekuatan kecil untuk terus hidup.

Lagu tersebut tidak berbicara tentang harapan besar, melainkan tentang keteguhan paling sederhana yang membuat seseorang tetap melangkah ke depan.

Melalui lirik sederhana namun emosional, “Sisa Asa” menggambarkan makna ‘asa’ sebagai bentuk dukungan paling dasar yaitu kehadiran tanpa banyak kata, pelukan tanpa penjelasan, dan kebersamaan yang tidak menuntut cerita.

Identitas Ekspresif

“Sisa Asa” juga menjadi penanda babak baru bagi Stereowall dengan hadirnya Zeva sebagai vokalis terkininya. Cewek bertato asal Surabaya, Jawa Timur ini resmi bergabung pada Desember 2025 lalu.

Minatnya yang besar terhadap musik rock dan metalcore, serta telah terlibat dalam berbagai project musik sebelum bergabung dengan Stereowall, menjadi modal kuat Zeva untuk meneruskan guliran karier band barunya tersebut.

Kehadiran Zeva, rupanya cukup mendapat sambutan positif dari para penggemar Stereowall. Karakter vokalnya yang powerful dan ekspresif dianggap mampu memberikan warna baru pada penampilan panggung Stereowall.

Melalui “Sisa Asa”, Zeva memperkenalkan identitas vokalnya yang sarat nuansa emosional, lebih intens, dengan menyuntikkan energi baru yang memperkaya eksplorasi musikal band.

Zeva sekaligus menandai arah kreatif yang segar bagi perjalanan Stereowall ke depannya.

Perbedaan karakter vokal antara Zeva dengan Tita, di sisi lain mendatangkan kesempatan eksplorasi yang baru bagi Stereowall. “Sisa Asa” pun baru digarap setelah Zeva resmi bergabung.

Setelah Mamed merampungkan penulisan lirik, langsung masuk ke tahap penentuan notasi dan aransemen, yang dilakukan Mamed bersama personel lainnya; gitaris Rama Mayristha dan Usay Sunny, kibordis Reiner Ramanda serta Zeva.

“Karena kami sudah sempat beberapa kali live session dan manggung bareng Zeva, (jadi) kami sudah cukup paham karakter vokalnya,” ujar Mamed meyakinkan.

“Dari situ, notasi dan kord kami sesuaikan dengan range vokal Zeva yang cenderung lebih turun dari Tita, supaya lagunya bisa berasa lebih pas sama karakter vokalnya Zeva.”

Karena notasinya lebih turun, lanjut Mamed lagi, otomatis warna musiknya jadi terasa lebih berat. Mereka sengaja mengarahkan “Sisa Asa” ke karakter sound yang lebih berat.

“Supaya karakter vokal Zeva bisa lebih berasa power-nya. Jadi secara konsep, lagu ini tetep seperti Stereowall sebelumnya, tapi rasanya mungkin jadi lebih heavy….”

stereowall

Benang Merah

Untuk mematangkan komposisinya, para personel Stereowall mengaku mendengarkan lumayan banyak referensi sebagai sumber inspirasi ide. Di antaranya dari band-band modern rock mancanegara masa kini seperti Spiritbox, Dayseeker, Bad Omens, Architects hingga Too Close To Touch.

“Tapi kami fokus ke referensi yang paling relevan dengan karakter vokal Zeva. Referensi ini untuk lebih nentuin arah nuansa, dinamika dan bagaimana emosi dibangun di dalam lagunya. Lalu kami tuangin ke benang merahnya Stereowall sendiri.”

Saat masih diperkuat Tita di lini vokal, Stereowall yang terbentuk sejak 16 September 2012 telah menghasilkan album mini (EP) “Never Ending Drama” (28 Oktober 2016) serta album “Prologue” (17 Maret 2023) dan “Asing” (29 April 2025).

“Sisa Asa” yang direkam di Musica Studio, Jakarta dan WS Studio, Surabaya resmi dirilis di berbagai gerai musik digital dan kanal YouTube sejak 28 Januari 2026 lalu. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
cloudcry
Read More

CLOUDCRY: Pendekatan Tajam dalam Metalcore

Sebuah ‘surat dari luka yang dalam’ kini disuarakan Cloudcry lewat berondongan metalcore yang lebih padat, tajam, agresif sekaligus emosional.
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.