SERINGAI: Menghantam Lebih Keras

Lewat muntahan “Sejati” | “Senarai Feses”, Seringai menolak runtuh. Nyalakan sinyal album baru, dengan dukungan kekuatan segar di lini gitar.
seringai
SERINGAI

Seringai telah kembali. Bangkit dari duka, dan bertekad tetap menghujani kuping dengan derap distorsi yang bahkan semakin mengeras.

Bukan dengan setengah tenaga, namun langsung merangsek lewat rilisan dua video musik sekaligus. Berjudul “Sejati” | “Senarai Feses”.

Satu hantaman audio-visual berdurasi enam menit yang jadi penanda fase baru paling brutal dalam sejarah perjalanan band rock beroktan tinggi legendaris asal Jakarta ini.

Video musik tersebut disutradarai langsung oleh Edy ‘Khemod’ Susanto dan Rifqi Fadhlurrahman dari rumah produksi Angin Segar.

Proses pengambilan gambar berlangsung di Gedung Putih Studio, Tangerang Selatan pada 2 Maret 2026 lalu. Sebuah ruang yang diubah menjadi medan tempur visual.

Sejak menjalani masa hiatus pasca wafatnya co-founder, gitaris dan arsitek utama riff Seringai, Ricky Siahaan, di Tokyo, Jepang pada 19 April 2025 lalu, “Sejati” | “Senarai Feses” adalah rilisan perdana mereka.

Kini, Seringai bukan sekadar merilis karya, tapi untuk menegaskan eksistensi: lebih tajam, lebih gelap dan lebih solid dibanding sebelumnya.

Dua video musik ini sekaligus memperkenalkan dua lagu rilisan tunggal pembuka yang ikut diciptakan mendiang Ricky Siahaan untuk album penuh keempat Seringai, “IV: Anastasis”.

Sebuah kelahiran kembali setelah hampir delapan tahun absen merilis album, sejak melepas album “Seperti Api” pada 29 Juli 2018 lalu.

No Brainer

Adalah gitaris tamu asal Bandung, Angga Kusuma (Billfold, Collapse, eks-Taring) yang dipercayakan mengisi keseluruhan track gitar di album terbaru.

Kepada MUSIKERAS, vokalis Arian ’13’ Arifin, dramer Edy ‘Khemod’ Susanto serta basis Sammy Bramantyo mengungkap alasan memilih Angga lantaran adanya kemiripan karakter permainan gitar dengan mendiang Ricky Siahaan.

Khususnya saat Angga masih memperkuat unit hardcore asal Bandung, Taring. “Karena dia memang banyak belajar dan konsultasi sama Ricky soal teknis gitar,” ucap Khemod meyakinkan.

“Sampai akhirnya ketika dicoba latihan dengan Seringai ternyata cocok, makanya berlanjut sampai ke tahap rekaman,” imbuhnya.

It’s a no brainer,” cetus Arian menimpali.

“Kami pernah tur bareng Angga ketika dia masih bersama Taring, dan menjadi bahasan kami kalau seandainya Ricky sedang berhalangan, Angga adalah kandidat yang pas untuk memainkan gitar.”

Jadi ketika Ricky berpulang, lanjut Arian, mereka ingin merekam demo-demo yang sudah ditulis bersama, dan tentu saja nama Angga-lah yang muncul di benak para personel Seringai.

Kontribusi permainan gitar Angga tak hanya berhenti di “Sejati” | “Senarai Feses” saja. Namun juga mengeksekusi keseluruhan materi album “IV: Anastasis”, berdasarkan demo yang direkam band ini saat masih bersama Ricky.

“Aransemen lagu-lagu baru sudah selesai, jadi berdasarkan demo lagu kami,” ucap Arian lagi.

“Untuk part melodi, kami memberi kebebasan dan masukan kepada Angga. Sejauh ini Angga memang paham karakter Seringai, dan juga memberikan warna dan karakter pribadinya juga.”

“Ya, secara bagan lagu sama dengan demo. Tapi detailing-nya dipoles lagi saat rekaman,” urai Sammy yang juga memproduseri album “IV: Anastasis”.

“Referensinya dari playing style Ricky dan musik Seringai sebelumnya secara general, ditambah dengan referensi dari lagu-lagu rock/metal favorit kami.”

seringai

Double Trouble

Jika album-album sebelumnya adalah ledakan, maka Arian, Khemod dan Sammy menyebut “IV: Anastasis” sebagai total armageddon.

Dan untuk pertama kalinya, publik akan menyaksikan formasi live terbaru Seringai sebagai lima unit tempur. Dua personel tambahan yang bakal memperkuat barisan Seringai di panggung adalah Angga Kusuma serta gitaris Darma Respati (Negatifa).

Dua amunisi baru, dua lapis distorsi, satu tujuan: menghantam lebih keras!

Rilisan lagu serta album baru ini juga didukung secara eksklusif oleh VANS Indonesia, yang telah berjalan bersama Seringai selama delapan tahun terakhir.

Album “IV: Anastasis” sendiri bakal dirilis via label independen milik Seringai, High Octane Production pada 23 April 2026 mendatang.

Selain dalam format cakram padat (CD), juga telah diedarkan di Apple Music serta berbagai gerai penyedia layanan musik digital lainnya (kecuali Spotify).

Video musik “Sejati” | “Senarai Feses” bisa disaksikan via tautan kanal YouTube ini.

Ini merupakan video musik pertama band bentukan 2002 silam ini, sejak meluncurkan “Ishtarkult” dalam format animasi pada 4 Februari 2021 lalu. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.