Burgerkill akhirnya menjawab teka-teki vokalis barunya dengan tegas, di atas panggung konser Burgerkill: Kontinum Unleashed – The Uprising yang digelar oleh Progresif Entertainment di Braga Sky, Bandung, Minggu (1/2) malam lalu.
Seperti yang diharapkan oleh sebagian besar pemuja unit metal yang disegani asal Bandung ini, Yupi Yupiki aka Vicky Mono akhirnya benar-benar kembali bergabung. Ia menanggap kekosongan yang ditinggalkan Ronald A. Radja Haba, vokalis yang dulu menggantikan posisinya.
Beberapa jam sebelumnya, sebuah pengumuman resmi juga telah digaungkan oleh Deadsquad, band technical death metal asal Jakarta yang tadinya dihuni Vicky setelah hengkang dari Burgerkill pada Agustus 2021 silam.
Deadsquad melepas Vicky kembali ke band lamanya itu, atas permintaan sang vokalis secara pribadi. Sementara di sisi lain, Deadsquad juga telah ‘mengamankan’ Awan Graham, vokalis yang sempat memperkuat formasi band Kvna, sebagai frontman terbarunya.
Saat bersama Ronald, Burgerkill yang kini masih digerakkan barisan gitaris Agung Ridho Widhiatmoko atau Agung Hellfrog, bassis Ramdan Agustiana (bass) dan dramer Putra Pra Ramadhan (Putceh) sempat merilis tiga lagu lepas.
Masing-masing berjudul “Roar of Chaos” (18 Desember 2021), “Resilient Blood” (14 Januari 2023) dan “Hollow” (26 Maret 2023).

Ritual Kontinum
Lalu hari ini, formasi klasik Agung, Ramdan, Putceh dan Vicky disempurnakan eksistensinya lewat peluncuran lagu tunggal terbaru bertajuk “Kontinum”.
Sebuah karya rekaman yang dihadirkan Burgerkill sebagai pernyataan tentang kesinambungan—sebuah perjalanan yang tidak mengenal jeda mutlak antara sejarah, dan pembaruan.
“Dibuka dengan lapisan atmosferik yang sangat dalam, lalu meledak ke dalam kekuatan penuh suara kami: riff ketat yang menggiling, serangan ritmis presisi, dan bobot tonal tanpa kompromi,” ujar mereka menegaskan.
Suara menghantam khas band metal kebanggaan metalhead Bandung tersebut menjadikan musik sebagai medium ritual—yang merangkum lirik, emosi, dan jejak sejarah. Secara musikal, aransemen lagu bergerak dinamis dengan mengontraskan kesederhanaan dan ledakan perkusi yang padat, bergantian antara bisikan yang nyaris mantera dan teriakan komando.
Bagi Agung Hellfrog dan personel lainnya, “Kontinum” bukan sekadar lagu, tapi sebuah deklarasi. Sebuah pernyataan tentang kesinambungan, menghadapi apa yang telah terjadi, menolak akhir yang mudah, dan menuntut cahaya ketika nalar diuji.
“Kontinum” juga menandai satu titik penting dari perjalanan Burgerkill hari ini. Karya yang lahir dari jarak dan pertemuan kembali, yang merefleksikan kedewasaan musikal.
Juga visi kolektif yang dibentuk melalui setiap fase perjalanan, sekaligus menjadi pemicu energi dan arah bagi langkah kreatif mereka untuk terus melahirkan karya-karya selanjutnya.

Mengukir Sejarah
Walau kembalinya Vicky telah dibocorkan oleh Deadsquad, namun terlihat para Begundal – sebutan untuk massa Burgerkill – yang memadati Braga Sky tetap terlihat antusias.
Apalagi, Vicky sebenarnya sudah pernah ‘kembali’ sebelumnya. Tepatnya saat ikut berpartisipasi di hajatan ulang tahun ke-30 Burgerkill, Resilient Show 30 Years of Smoking Metal Engine yang juga digelar di Bandung, 13 September 2025 lalu.
Mereka – para Begundal – justru terlihat semakin antusias menyambut kembalinya Vicky. Sebuah banner bertuliskan “Welcome home Vicky Mono” dibentangkan di lokasi konser.
Sepanjang konser Kontinum Unleashed – The Uprising yang dikonsep lebih intimate, Burgerkill menggeber tanpa banyak basa-basi. Mereka memberondong 13 lagu yang sudah sangat familiar, mengundang ‘sing along’ serta pusaran mosh pit yang liar.
Di sela penampilannya, Vicky sempat angkat bicara, dan meminta restu para Begundal untuk babak baru kariernya bersama Burgerkill.
“Malam ini izinkan saya bisa berkisah kembali, dan mengukir sejarah kembali bersama Burgerkill. Perlu ditekankan, di sini tak ada yang lebih baik dari siapa, dan tidak ada mantan Burgerkill. Udah nggak musim. Di luar sana, Perang Dunia III mau dimulai, kita di sini di skena itu tidak boleh terjadi…. Setuju?!”
Orasi lantang itu langsung direspon gemuruh sorakan semangat para Begundal.
Dengan kembalinya Vicky, band bentukan 11 Mei 1995 silam ini tetap mempertahankan formasi kuartet, sejak sepeninggal ‘sang icon’, mendiang Aries Tanto atau Eben.

Babak Revitalisasi
Kontinum Unleashed – The Uprising sendiri merupakan reuni yang fokus dan bermakna, menghubungkan kembali suara yang menjadi penanda identitas band.
Masa Vicky di luar Burgerkill memperluas jangkauan artistiknya lewat proyek solo dan memperkaya pengalaman panggungnya melalui kolaborasi dengan Deadsquad.
Semua pengalaman itu tercermin dalam penampilan Burgerkill malam itu, yang menjadi jembatan antara masa lalu dan babak baru yang direvitalisasi.
Lagu-lagu yang dipilih merupakan komposisi unggulan, yang telah menjadi favorit para pemuja Burgerkill, plus aransemen baru yang menonjolkan rentang vokal Vicky yang berkembang.
Setiap pilihan lagu dikurasi untuk menceritakan kisah reuni—asal usul Burgerkill, apa yang dibawa kembali oleh Vicky, dan arah musik band ke depan.
“Ketika Vicky Mono kembali ke panggung bersama Burgerkill, rasanya seperti pulang,” tutur pihak band lewat pernyataan resminya.
“Kami telah membawakan kembali lagu‐lagu, menyegarkan aransemen, dan siap memberikan segalanya untuk penonton. Kehadiran Vicky melengkapi suara Burgerkill dan mengangkat seluruh pertunjukan ke level baru.”
Tonton video musik lagu “Kontinum” via tautan kanal YouTube ini. (mdy/sam alatas/MK02)