6 Album Keras Terfavorit ZEVANA ARGA

Kepada MUSIKERAS, Zevana Arga menyebut enam album yang ia anggap sedikit banyak telah memberi pengaruh dalam mengolah dan mengasah vokalnya.
zevana arga

Zevana Arga adalah salah satu vokalis rock potensial generasi baru yang belakangan banyak diperbincangkan di skena. Baik di pentas arus utama, maupun ‘bawah tanah’.

Khususnya sejak ia terpilih secara resmi sebagai vokalis baru band modern rock asal Jakarta, Stereowall pada Desember 2025 lalu. Zeva bergabung menggantikan Cynantia Pratita (Tita) yang resmi mengundurkan diri sebulan sebelumnya.

Kualitas tarikan serta jangkauan suaranya yang lebar bertenaga, dengan terapan teknik clean dan scream yang jitu berhasil membuat para rock/metalhead melirik dan memuji. Membuat posisi Stereowall semakin meyakinkan, bisa menjajal berbagai panggung dan berdiri di antara khalayak rock dan metal sekaligus.

Salah satu aksinya yang ramai diacungi jempol ketika tampil di panggung gahar, Rock In Solo pada 23 November 2025 lalu. MUSIKERAS juga telah menyaksikannya dari dekat saat Zeva dan Stereowall tampil di pentas “Musikeras: Distorsi Gegap Gempita” pada 29 November 2025 lalu.

zevana arga
Foto oleh @adyrifa / Dok. Musikeras

Bagi Zevana Arga Ane Angesti yang dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur pada 24 Desember 1997, Stereowall adalah perwujudan dan penegasan minatnya terhadap musik-musik keras.

Ia sendiri telah terjun ke musik sejak usia belia. Bahkan sempat masuk 12 besar Idola Cilik 3 (RCTI) yang ditayangkan pada periode 12 Desember 2009 hingga 24 April 2010 silam.

Sebelum berlabuh di Stereowall, Zeva telah menempa bakat dan kemampuannya lewat berbagai proyek band dan mengikuti berbagai ajang lomba festival.

Berikut enam album yang dipilih Zeva – plus alasannya masing-masing – yang dianggapnya sedikit banyak telah memberikan pengaruh kepadanya dalam mengolah dan mengasah kualitas vokalnya.

zevana arga
DREAM THEATER “A Dramatic Turn of Event”

DREAM THEATER “A Dramatic Turn of Event”

Karya album studio ke-11 Dream Theater yang dirilis via Roadrunner Records pada 12 September 2011. Merupakan karya rekaman debut band prog-metal legendaris tersebut bersama Mike Mangini, dramer pengganti posisi Mike Portnoy yang hengkang pada September 2010.

“Karena di album ini, Dream Theater mencoba lebih modern tanpa menghilangkan unsur real progressive metal-nya, jadi suka aja dengerinnya.”

zevana arga
SPIRITBOX “Eternal Blue”

SPIRITBOX “Eternal Blue”

Merupakan album penuh perdana dari band metalcore modern asal Kanada ini, yang diedarkan pada 17 September 2021 via label Pale Chord Records dan Rise Records.

Antara lain melejitkan lagu “Holy Roller”, “Constance”, “Circle With Me”, “Secret Garden” dan “Hurt You”.

“Inget banget album ini keluar jaman Covid, langsung bikin jatuh cinta sama Spiritbox. Kayak… kok bisa ini cewek begini? Panutan yang aku cari-cari selama ini, menggabungkan teknik bernyanyi ballad sama scream, jadi bikin semangat belajar dan belajar lagi!”

zevana arga
MUSE “Origin of Symmetry”

MUSE “Origin of Symmetry”

Unit rock asal Inggris yang meluncurkan album studio keduanya ini pada 18 Juni 2001 silam. Rilisan yang antara lain memuat lagu “Plug In Baby”, “New Born” dan “Bliss”.

“Sejujurnya, semua album Muse aku suka banget. Tapi ini album yang paling ‘ngena’ di aku, karena menurutku Muse punya genre sendiri. Kayak rock tapi ada trippy-trippy space-nya gitu… Jadi space rock mungkin? Tetep easy listening.”

zevana arga
DREAM THEATER “Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory”

DREAM THEATER “Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory”

Album ini melanjutkan konsep yang telah dimulai di “Metropolis—Part I: The Miracle and the Sleeper”, salah satu komposisi yang termuat di album “Images and Words” (1992). 

Album studio kelima Dream Theater ini dirilis via Elektra Records pada 26 Oktober 1999, menghadirkan kontribusi debut kibordis Jordan Rudess dan memuat salah satu lagu ‘sejuta umat’, “The Spirit Carries On”.

“Kalau album ini yang dicekokin ke aku dari kecil, jadi ya pasti berkesan. Terutama dalam bermusik, karena aku berangkat dari ‘band festivalan’. Sudah pasti ngulik lagu-lagu dari album ini.”

zevana arga
LINKIN PARK “Meteora”

LINKIN PARK “Meteora”

Usai cetak kesuksesan besar lewat album debut “Hybrid Theory” (2000), Linkin Park meluncurkan “Meteora”, karya studio kedua yang diedarkan pada 25 Maret 2003 via Warner Bros. Records.

Album ini juga disambut meriah oleh publik rock dan metal saat itu, melejitkan beberapa lagu terbaik mereka sepanjang masa, seperti “Somewhere I Belong”, “Faint”, “Breaking the Habit” dan “Numb”.

“Album wajib umumnya pecinta rock/metal aja, sudah pasti paling berkesan menemani masa kecil.”

zevana arga
BRING ME THE HORIZON “Amo”

BRING ME THE HORIZON (BMTH) “Amo”

Album kontroversial bagi pemuja lama band modern rock asal Inggris ini, yang sebenarnya mengawali kiprahnya di kanal deathcore. Dimana kini mereka menyuntikkan elemen pop, electronic, synth-pop, EDM serta trap ke dalam aransemen lagu-lagunya. Melanjutkan kecenderungan yang telah dimulai di album “That’s the Spirit” (2015).

“Amo” yang dirilis pada 25 Januari 2019 (RCA/Sony Records) berhasil melesatkan cukup banyak single, di antaranya “Mantra”, “Wonderful Life”, “Mother Tounge”, “Medicine” dan “Sugar Honey Ice & Tea”.

“Nggak tau kenapa album ini banyak dibenci masyarakat pecinta BMTH, tapi aku suka… haha… karena turning point-nya mereka nyampurin musik-musik electro. Suka aja, jadi liat sisi lain dari BMTH.”

Di balik penggarapan “Sisa Asa”, lagu rilisan tunggal debut Zeva bersama Stereowall, bisa dibaca di tautan ini. (@mudya_mustamin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.