LARUNG Tiupkan Mantra Sihir di Debut “Calonarang”

Seperti tumbuhan yang menjalar liar tanpa pengasuh, band asal Tangerang ini pun kurang lebih demikian. Membiarkan imajinasi dan gagasan-gagasannya menjulur jauh menyeberang pagar. Tidak ada lagi genre spesifik yang dikiblatkan, selain menitikberatkan musiknya dalam satu remasan distorsi bising, gebukan dram yang agresif, serta ciri alunan vokal yang melodius. Seperti yang teramu di single debutnya yang

SICKOBEIN Kokoh Kibarkan Grunge di Aceh, Rilis Single “Ruang”

Ibarat teh celup yang timbul dan tenggelam setiap tahun namun tetap bisa bertahan. Begitulah dua personelnya, yakni Arif Rahman (vokal/gitar) dan Almero (bass) menggambarkan naik-turun perjalanan kreativitas Sickobein. Mulai menggeliat sejak 2009 dan selalu diterpa gonta-ganti personel. Namun tetap bisa survive dan berkarya hingga hari ini walau hanya diperkuat dua personel, dan meneruskan rekor sebagai

“Holy Red Rubbish” Merangkum Kegilaan MADMAN STEREO

Kegilaan musikal yang liar dan terkesan berantakan akhirnya berhasil disalurkan unit grunge asal Denpasar, Bali ini lewat album mini (EP) debutnya, “Holy Red Rubbish”. Olahan musik yang sempat mengarah ke alternatif kini mengalami pergeseran di EP tersebut, menjadi lebih berat sekaligus rada melayang-layang.  “Pada awal terbentuknya Madman Stereo,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, “Kami memang

Formasi Baru FOX FORT Lepas “Hilang Masa” yang Destruktif

Kejenuhan akan rutinitas yang mengekang, beban kerja yang memperbudak, ketidakpedulian perusahaan akan manusia di dalamnya, atasan yang bersikap buruk hingga gila kerja yang destruktif adalah sejumlah masalah yang melatari lahirnya single “Hilang Masa”. Tapi uniknya, riff gitar dan lirik single tersebut justru ditulis oleh mantan vokalis dan gitaris Fox Fort, Arga Arkadhia Yusuf yang mundur

Setelah Jeda Tujuh Tahun, PEARL JAM Akhirnya Rilis “Gigaton”

“Sulit saya katakan betapa bangganya kami akan kumpulan lagu-lagu ini. Seperti yang kalian tahu, kami memanfaatkan waktu kami yang membuat kami memiliki banyak kesempatan.” Ucapan di atas terlontar dari mulut Jeff Ament, pembetot bass Pearl Jam, tentang pembuatan album terbaru bandnya, “Gigaton” yang akhirnya dirilis via label Monkeywrench Records/Republic Records sejak 27 Maret 2020 lalu.

27ROUTES Ulas Tragedi Xinjiang di Single “Reedukasi”

Menyebut band-band rock dan metal dunia seperti Extreme, Audioslave, Dorje serta jagoan rock lokal, .Feast sebagai sumber inspirasi, unit rock asal Jakarta ini pun melampiaskan kreativitasnya lewat single debut bertajuk “Reedukasi”. Sebuah lagu yang menceritakan tentang kebebasan suatu pihak yang direnggut oleh pihak lain lewat kekerasan dan paksaan. “Lagu ini terinspirasi dari kejadian yang tidak

Menolak Selesai, NOT YET. Rilis EP Debut

Tiga perantau tulen dari Jawa Timur yang bertemu di Bandung dan bersekongkol membentuk unit grunge bernama Not Yet., kini akhirnya bisa berkoar lantang. Sebuah karya awal berupa album mini (EP) debut self-titled telah mereka luncurkan dalam format digital dan fisik sejak akhir Januari 2020 lalu. Ada lima komposisi yang dituangkan Egie Eryanata Yusadhi (gitar/vokal), Krisno

RUANG KOSONG Lawan Kekejian dengan Distorsi Kumuh

Unit alternative rock/grunge asal Surabaya ini mencoba mencari perhatian lewat komposisi lagu yang terdengar kumuh, lusuh, namun dinamis dan bergemuruh. Seperti yang tertuang di single ketiga Ruang Kosong, “Lawan Mereka”, yang telah rilis sejak 9 Desember lalu, tepat di peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Single ini juga sekaligus menjadi jembatan menuju perilisan album mini (EP)

Album Debut RAPEME Sorot Krisis Kepribadian Gen Z

Lewat album debut “Mata Hati Jiwa”, unit alternative rock RapeMe tampil mewakili Gen X (Generasi X) yang terkenal akan kebrutalan, pemberontakan dan sikap masa bodohnya, mencoba menyuarakan himbauan positif terhadap kecenderungan gaya hidup Gen Z yang semakin terbuai pola yang sama. Dimana mereka – generasi yang hidup di era milenial – seperti butiran pasir yang

Lewat “Sanctuary”, RED VOQUS Bertahan di Grunge

Setelah melahirkan dua single bertajuk “Nothing is Silence” serta “Blind Woman Tears” yang didominasi geraman distorsi, unit rock asal Jakarta, Red Voqus kembali meraung lewat single baru. Kali ini berjudul “Sanctuary”, yang dihadirkan dengan karakter sound yang lebih bersih plus tambahan soundscape, namun tanpa melupakan terapan riff sarat skill yang catchy. Proses kreatif penggarapan “Sanctuary”

Perantauan Ambigu DIASPORA Dimulai

Walau baru memasuki usia 11 bulan, namun sudah banyak gebrakan yang coba dihadirkan oleh unit grunge asal Tasikmalaya ini. Tentu saja yang dimaksud adalah gebrakan karya. Yang terbaru adalah peluncuran video klip dari lagu mereka yang bertajuk “One”. Lalu sekitar sebulan kemudian, Diaspora bakal meletupkan karya rekaman album mini (EP) debutnya yang bertajuk “Ambigous Journey”,

SERENDIPITY Proklamirkan EP “Boddah”

Usai merilis single pertama “Earth One” tahun lalu, kreativitas Serendipity ternyata tidak terhenti di tengah jalan. Buktinya, unit rock asal Purwokerto, Jawa Tengah ini kembali melepas sebuah karya rekaman baru. Bahkan kali ini sebuah karya album mini (EP) yang diberi label “Boddah”. “Boddah” – yang diambil dari nama teman fiksi Kurt Cobain (Nirvana) di masa

SOUNDGARDEN Rayakan 35 Tahun Eksistensinya

Chris Cornell memang telah tiada, tapi karya-karyanya tetap melegenda. Bersama Soundgarden, Temple of the Dog, Audioslave maupun sebagai solois, Chris telah menggoreskan tinta emas dalam buku sejarah rock dunia. Lagu-lagunya tak pernah habis digerogoti zaman. Yang terbaru, sebuah paket istimewa dari Soundgarden disiapkan untuk para pecinta musik berdistorsi. Sejak Soundgarden terbentuk pada 1984, band grunge

BIAS Rilis Live Studio Session di Kanal YouTube

Banyak cara untuk menyampaikan karya ke khalayak ramai. Apalagi di era internet atau fenomena media sosial yang semakin menciutkan batas antar manusia untuk saling berhubungan. Bias, sebuah unit alternative/grunge asal Yogyakarta memahami betul manfaat itu. Lewat kanal YouTube, mereka pun melampiaskan luapan kreativitas dengan meluncurkan konten Live Studio Session, dimana Bias menggelegarkan lagu “Koboi“ dan

Ketika KAROTOR Mendewakan Noise

Suara-suara yang berisik atau noise kerap dianggap sebagai gangguan oleh sebagian besar orang. Tapi di dunia musik, khususnya dalam konteks musik rock, noise bisa menjadi karya seni yang dinikmati banyak orang. Nah, formula ini pula yang dieksplorasi oleh Karotor, komplotan cadas asal Karawang, Jawa Barat. Mereka menyebut aliran musiknya dengan istilah: experimental noise rock, yang

Keresahan REMISSA dalam Geberan Distorsi Tegangan Tinggi

Butuh alternatif mendengarkan musik dengan distorsi dan lirik yang mengandung keresahan? Dengarkan album terbaru Remissa yang bertajuk “Tegangan Tinggi”. Telah dirilis bulan lalu via Srawung Records dalam format fisik (CD), dan memuat isu-isu yang berkembang belakangan ini, dengan penegasan bahwa kita harus percaya siapa pun kecuali politisi! Lewat “Tegangan Tinggi”, Remissa mengharapkan ada perubahan sederhana

“Shit ‘N Die”, Kesempatan (Hidup) Kedua Si KUCING DAPUR

Menurut mitos, hewan kucing terkenal punya sembilan nyawa. Dan sepertinya, kondisi itu pula yang berlaku pada Kucing Dapur, unit alternative rock/post-grunge asal Jakarta yang sudah terbentuk sejak 1997 silam. Setelah vakum selama 14 tahun, kini band dengan formasi baru yang diperkuat oleh Tubagus Eko ‘Bango’ Nurdiyanto (vokal), Julianto ‘Ijoel’ Sitompul (dram), Faisal ‘Ical/FSL’ (gitar), Martinus

GUNS Menyoroti Kebohongan TV Lewat Album “Telievision”

Kekesalan atas pemberitaan televisi yang mereka anggap simpang siur dan seringkali menyebarkan isu kebohongan menjadi inspirasi utama kelompok grunge/alternative rock asal Malang, Guns untuk merilis sebuah album debut bertajuk “Telievision”. Sebuah judul nyeleneh, yang merupakan plesetan dari ‘television’ yang diubah menjadi ‘tell-lie-vision’. Sebelumnya, setelah dua tahun berkarya, kelompok yang ‘sulit diatur’ ini telah mendahului eksistensinya

“Comedian”, Cara MRT Menyentil Konstruksi Sosial di Jakarta

Usai memancangkan keeksisannya lewat album mini (EP) bertajuk “Echoes” yang dilepas pada 2016 lalu, kini unit grunge asal Jakarta, MRT meluncurkan single terbaru bertajuk “Comedian” via label rekaman POTS sebagai nomor pemanasan sebelum perilisan album berikutnya. Dimas Anggara (vokal), Shoni Hawari (gitar), Runsid (bass) dan Ajo (dram) yang menggerakkan MRT merilis “Comedian” dalam format kaset

BISSING Sedikit Lepaskan Kebisingan di “Hadapi Saja”

Unit grunge asal Jakarta yang pernah menghiasi album kompilasi “Musikeras Cracked It! Vol. 2”, Bissing kembali melontarkan single terbarunya. Berjudul “Hadapi Saja” dengan konsep musik yang sedikit bergeser dari karya-karya band ini sebelumnya. Beberapa vokalis dari sesama band pengusung grunge lalu menyurahkan isi pikirannya setelah mendengarkan single tersebut. “‘Hadapi Saja’ sekilas mengingatkan era di mana