BLEACH Rilis Album Debut, dari Kegelapan Pandemi

Per 1 Desember 2023 lalu, unit hardcore dari Bandung, Bleach akhirnya merilis album debutnya, “State of Grace” di berbagai kanal musik digital. Dua label kenamaan kota mereka, Disaster Records dan Oblivion Records bekerja sama meluncurkan album tersebut. Ada 10 trek yang mereka suguhkan, termasuk empat nomor dari album mini (EP) “Chrome”, yakni “Ice Cold”, Overcast”, “Scales” dan “Chrome” yang dilepasliarkan pada 3 Februari 2023 lalu.  

“State of Grace” sendiri merupakan semacam kaleidoskop dari fase naik-turun kehidupan yang dihadapi oleh para personel Bleach, yakni Michael Rhangkidhago Virgio Sippan (vokal), Muhammad Kevin Raf Sanjani (gitar), Krisna Rinaldy (gitar), Axel Naufal Putra Siagian (bass) dan Muhammad Luthfi (dram) secara personal selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Ditulis dalam rentang waktu pandemi dan post-pandemic. Mulai dari kemurungan di masa serba isolasi, sampai akhirnya keluar dari era tersebut. Merangkum segala hal yang berkaitan langsung dengan mereka dan menginterpretasikannya secara universal agar pendengar dapat menerjemahkannya dalam versi pengalaman masing-masing.

Dari sisi musikal, Bleach mengukuhkan cetak biru musik mereka akan suara hardcore yang eksploratif. Mereka mengeksplorasi ragam bunyi dan warna musik yang mengokohkan karakternya, dengan tatanan komposisi hardcore/punk yang groovy, plus leburan grunge dan heavy metal. Suara yang cukup menonjol mereka tampilkan kali ini adalah eksplorasi suara gitar yang lebih otentik serta penggunaan sampling yang lebih intens.

“Awalnya kami memang ingin sesuatu yang lebih berbeda dari EP kami sebelumnya,” seru pihak Bleach kepada MUSIKERAS. “Dimana saat album ini ditulis sekitar dua tahun yang lalu, kami ingin menampung ide-ide kami yang berbeda dalam album debut kami ini. Untuk referensi musiknya sendiri lumayan beragam, (mulai) dari Biohazard, Trapped Under Ice, Testament, Alice in Chains, Deftones, Culture Abuse hingga King Krule.”

O ya, di antara 10 lagu yang menjadi amunisi “State of Grace”, Bleach juga memboyong beberapa nama di luar band untuk diajak berkolaborasi. Di antaranya ada Austino ‘Nino’ Aribowo (Prime, Tiger Combat), Andika Surya (Collapse) dan Krisyanto (Jamrud). Ketiga nama tersebut masing-masing menyumbangkan suara untuk trek “Tender”, “Scales” dan “Superficial Romance”.

“Menurut kami, semua lagu memiliki tantangannya masing-masing. Tapi kalau boleh milih, mungkin ‘Superficial Romance’. Soalnya di lagu ini kami awalnya belum ada gambaran untuk vokal om Krisyanto akan seperti apa dan musik kami akan cocok sama vokal beliau atau tidak,” urai band lagi, terus-terang.

Mengapa Krisyanto bisa terlibat di album Bleach ini?

“Karena om Krisyanto itu adalah ayah dari gitaris kami, Krisna. Awalnya kami juga belum pe-de (percaya diri) untuk ngajak om Krisyanto di proyek album ini. Tapi saat itu, kami beranikan diri aja untuk ngajak om Krisyanto rekaman. Dan hasilnya pun ternyata sangat memuaskan untuk kami dan ternyata suara beliau sangat cocok untuk lagu ‘Superficial Romance’ ini.”

Selain enam lagu yang sudah disebutkan sebelumnya, tiga lagu lainnya yang menyesaki “State of Grace” adalah “Primitive Queen”, “Locked Outta Heaven”, “Bleach to Death” dan “World’s End Close”. Seluruh lirik ditulis oleh vokalis Michael Sippan dan direkam di studio Funhouse serta Homestrack, Bandung. termasuk untuk pemolesan penataan suara (mixing) serta pelarasan suara (mastering).  

Selain ditebar di berbagai platform digital, pihak Bleach juga berencana mengedarkan “State of Grace” dalam format fisik. Tepatnya dalam kemasan piringan hitam (vinyl) dalam beberapa waktu mendatang. Disamping itu, juga ada rencana untuk menjalani tur Southeast Asia pada Januari 2024 mendatang, bersama dua band hardcore Mystique (Singapura) dan Combust (AS). (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts