MEMBARA: Antara Hardcore dan Wanita

Menggeber sebuah band dengan memasang sosok wanita di garda terdepan punya tantangan tersendiri. Apalagi jika berkubang di skena yang notabene didominasi audiens pria. Membara, penganut paham hardcore dari pinggiran Barat Bekasi ini paham betul konsekuensinya. Selain tidak mudah mencari sosok vokalis wanita yang akan diajak teriak-teriak di depan kerumunan pria, terkadang juga harus terhadang kendala ketika sang wanita harus beristirahat panjang akibat mennjalani masa kehamilan. Bandnya pun, mau tidak mau harus memilih hiatus.

Tapi sejak 2009 silam, atau tepatnya dua tahun setelah terbentuk, Membara selalu konsisten dengan vokalis wanita hingga kini. Pada 22 Desember 2022 lalu, yang bertepatan dengan perayaan Hari Ibu, Membara meluncurkan lagu rilisan tunggal terbarunya bertajuk “No Obsession”, yang diperkuat vokalis barunya, yakni Novian Tiffany. Vokalis kelima yang pernah menghuni Membara ini baru resmi bergabung pada 2019 lalu, melengkapi formasi Tommy Suaranto (bass), Mark Frans Joel aka Markus (gitar), Ferry aka Ferbat (gitar) dan Shandy Sheftedy aka Jepunk (dram). 

Mengapa Membara mau bersusah payah mempertahankan format tersebut? “Karena wanita itu sangat spesial,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, beralasan.

Tapi lebih dari itu, alasan lainnya adalah tidak banyak band dengan konsep vokalis wanita di Bekasi. Apalagi di ranah hardcore yang keras. “Membara tetap bertahan dengan konsep ini, dan memang sudah dikenal di skena dengan vokalis wanitanya. Jadi walaupun sering hiatus tapi konsep ini harus tetap berjalan. Kalau (misalnya) sudah waktunya hamil, sudah dipastikan kami harus break lama sampai benar-benar semua selesai dan bisa memulai lagi.”

.

.

Olahan musik “No Obsession” sendiri sebenarnya sudah lama digarap. Namun sempat terkendala di isian vokal. Sekitar 2010 silam, mereka merekamnya untuk kebutuhan demo di Studio Metronome, Jakarta Timur dengan suara Dhina, vokalis generasi ketiga Membara. Pernah pula dimainkan di panggung, sebelum Dhina memutuskan keluar. Posisi Dhina lantas digantikan Mutya pada 2015 dan bertahan selama kurang lebih dua tahun. 

Karena belum menemukan lini suara yang pas, para personel Membara akhirnya memutuskan merampungkan instrumentasi “No Obsession” pada pertengahan 2020, sambil mencari vokalis baru. Dimulai dengan merekam isian dram, lalu dilanjutkan untuk gitar dan bass beberapa bulan setelahnya. Dan akhirnya pada awal 2021, Membara bertemu dengan Tiffany.

Sepanjang kurun waktu 2020 hingga 2022, Membara tidak hanya mengerjakan “No Obsession”, melainkan bersama 10 trek lainnya yang memang ditargetkan menjadi sebuah album penuh. Vokal pun lantas direkam secara bertahap, mengingat Tiffany tinggal di Jakarta, sementara personel lainnya di Bekasi. Ditambah lagi, adanya terjangan pandemi membuat proses produksi terhambat. Rekaman dilakukan di Apache Musik Studio, Bekasi dan di Luminaire Labs Studio, Yogyakarta untuk pemolesan mixing dan mastering.

Dari sisi musikal, pihak Membara mengakui tidak terlalu berusaha mengikuti jaman. Mereka masih setia memeluk paham hardcore ‘gaya baru’ seperti yang digaungkan oleh band-band dunia macam Hatebreed, Terror, Madball, Buried Alive dan Walls of Jericho.

“Paling ada sedikit sentuhan Pantera dan Sepultura di riff-riff gitarnya. Walls of Jericho sendiri adalah salah satu influence khusus di sisi vokal.”

Setelah merilis “No Obsession” via Youtube, Membara akan memulai konsentrasi ke arah album yang direncanakan bisa dilepas secara resmi tahun ini juga. (mdy/MK01)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *