Tiga belas tahun Blackandje telah bergerilya mengukuhkan eksistensinya di skena musik rock dan metal Tanah Air. 

Berawal dari toko album rekaman fisik dan produk dagangan musik lainnya (merchandise) di Kemang, Jakarta Selatan hingga hijrah ke Cijantung, Jakarta Timur dan kini melebarkan sayapnya sebagai Blackandje Records yang membuka divisi label dan studio rekaman. Blackandje Records sejauh ini telah menjadi induk manufaktur karya anak bangsa yang ‘berbahaya’ seperti Noxa, Deadsquad, Rajasinga, Dead Vertical, Suri, Bvrtan, Djin, Fraud, Viscral, Darksovls, Bonga Bonga hingga Vlaar. 

Tidak hanya itu. Kecintaan dan dedikasinya terhadap skena rock dan metal diwujudkan melalui berbagai aktivasi dan event. Noxa Fest 2017, Noxa Fest 2018, 12 Years of Deadsquad, Sabbath x Metalucifer 2019 yang menjadi pemantik gagasan lahirnya Blackandje Fest yang pertama pada 2019. Selain itu, Blackandje juga menggelar event reguler berskala komunitas secara independen, yakni Rebirth of Chaos, Intimate Show dan Black Mantra. Semua demi menjaga api obor skena tetap menyala.

Kini, Blackandje bergerak lagi. Tiba giliran memantik api Blackandje Fest kembali, saatnya mematikan tombol ‘pause’ yang telah dibiarkan hiatus selama tiga tahun lantaran terhadang pandemi. Pada Minggu, 29 Oktober 2023 mendatang, Blackandje Fest yang kedua bakal digelar di Lapangan KPJ atau yang biasa disebut Bulungan Outdoor, dengan mengibarkan slogan; “Rise In Flames”.

Cinta dan dedikasi tetap menjadi bahan bakar utama semangat kebangkitan Blackandje Fest yang berapi-api. Deru mesin pesta musik cadas tersebut mulai terdengar dan mengiringi tiap langkah menuju selebrasinya dengan suguhan yang spektakuler.

“Blackandje Fest yang kedua kali ini mengusung tema kebangkitan dengan tagline ‘Rise into Flames’ alias ‘bangkit menjadi kobaran api’. Api merupakan simbol kehidupan dan semangat hidup sehingga tagline tersebut memiliki arti khusus bahwa Blackandje telah bangkit dengan semangat yang menyala dan berkobar,” seru Bimo, Project Officer Blackandje Fest mengungkap latar pemikiran event tersebut. 

Kalimat tersebut, lanjut Bimo lagi, juga mengandung pesan positif yang ditujukan kepada semua orang, sebagai pemantik semangat untuk terus berjuang demi kebaikan kita sendiri maupun orang lain. “Semangat baru ini dirayakan dengan kembali digelarnya Blackandje Fest di tahun ini. Mari kita nyalakan api. Tandai kalender Anda!”

Bulungan Outdoor sendiri dipilih sebagai lokasi acara lantaran memiliki latar sejarah skena musik ‘bawah tanah’ di Jakarta, yang didominasi oleh genre cadas. Sejak awal dekade 1990-an, Bulungan, baik di GOR, auditorium maupun area Outdoor telah menjadi episentrum bagi pegiat skena musik rock dan metal. Selain lokasinya yang strategis di pusat keramaian Jakarta Selatan, venue tersebut bagaikan ‘kawah Candradimuka’ band-band rock dan metal lintas generasi. 

Blackandje Fest 2023 akan menjadi event musik pertama di Bulungan Outdoor dalam tujuh bulan terakhir. Pihak komunitas KPJ yang juga pengelola Bulungan sempat menolak permohonan pihak Blackandje untuk menyewa venue tersebut. Alasannya, karena beberapa bulan lalu, pada awal 2023, sempat ada event musik keras yang berlangsung rusuh dan mengakibatkan banyak kerugian. Walhasil, upaya negosiasi ke sana cukup memakan waktu yang tidak sebentar. Bahkan mereka sempat mencari beberapa alternatif lokasi konser lain.

Alhamdulillah, sekarang sudah beres semua. Surat izin keramaian dari kepolisian juga sudah di tangan,” ujar Mitra, Project Manager sekaligus pemilik Blackandje Records.

Para metalhead (pecinta musik metal) menyambut pengumuman venue Blackandje Fest tersebut dengan suka cita. Banyak sekali komentar mereka di unggahan akun Instagram resmi Blackandje Fest. “Alhamdulillah Bulungan”, “Yeeaay balik lagi ke Bulungan”, “Akhirnya di Bulungan!”, “Gasss nih Bulungan!”, “Setelah sekian lama… akhirnya BULUNGAN kambeek”, “Wih di Bulungan”, “Kereeen… back to venue legend!”, dan masih banyak lagi.

Sejauh ini, formasi penampil (line-up) fase satu dan kedua sudah diumumkan pihak penyelenggara. Terpilih ada tiga monster death metal, yakni Darksovls (Jakarta), Djin (Medan) dan Viscral (Bekasi), lalu ada pejuang deathcore asal Bandung, Revenge The Fate serta band melodic hardcore dari Depok, Modern Guns dan unit hardcore punk Tangerang, Tabraklari.

Pihak penyelenggara menjanjikan, masih ada satu formasi lagi yang bakal diumumkan dalam waktu dekat. Konon ada tiga band cadas yang tidak kalah keren dan potensial menarik massa. Dan setelah itu, bakal ada pula pengumuman formasi tambahan pada Oktober mendatang. 

Tiket untuk menyaksikan Blackandje Fest sendiri sudah mulai dijual sejak bulan lalu. Untuk kategori Early Bird seharga Rp 85.000 telah habis terjual. Tiket Presale 1 seharga Rp 100.000 masih dijual hingga 30 September. Sedangkan untuk penjualan tiket Presale 2 yang dibanderol Rp 125.000 (plus bonus gratis CD rilisan Blackandje Records) akan diberlakukan mulai 2 hingga 20 Oktober mendatang. Di periode ini juga terdapat tiket paketan dengan produk t-shirt resmi Blackandje Fest 2023 seharga Rp 225.000. Jika penonton ingin membeli langsung pada hari pertunjukan, akan tersedia pula tiket OTS (On The Spot) seharga Rp 150.000 (gratis CD) dan Rp 250.000 (gratis t-shirt resmi Blackandje Fest 2023). (*/MK03)

.

.

.