REAPER TRAP: Satukan Keresahan, Lalu Bereksperimen di Hardcore

Pendatang baru Reaper Trap diperkuat empat musisi yang datang dari band atau entitas berbeda, yang disatukan atas keresahan yang sama.
reaper trap

Reaper Trap menyatukan vokalis Rachmad Dili, gitaris Wibi Zulfatria (Madbiw), bassis Septian Damar (Iyan) dan dramer Ilham Pamungkas yang tercatat aktif atau pernah menghuni di band Merakai, In Hurricane Rhythm dan Blood Monkey.

Bertemu dengan keresahan yang sama maka terbentuklah grup asal Jakarta Timur ini, di luar dari paham musik yang biasa mereka mainkan. Karena dengan keresahan yang sama, maka Reaper Trap pun mulai menulis dan menggarap lagu.

Salah satunya bertajuk “Seruan Abadi”, yang dicanangkan bakal menjadi salah satu amunisi utama album mini (EP) mereka.

“Seruan abadi” adalah lagu rilisan tunggal pertama Reaper Trap, yang diproduksi di akhir 2024 lalu. Proses rekaman dilakukan di sebuah studio musik yang sudah lama tidak aktif, dengan peralatan seadanya.

“Kami menggunakan mic pinjaman, peredamnya juga (sudah) bocor,” seru mereka kepada MUSIKERAS, mengungkapkan terus-terang.

“Jadwal sesi rekaman sih berantakan karena kami harus nunggu jadwal masing-masing personel, karena sebagian masih karyawan kantor. Prosesnya emang nggak instan, tapi justru itu bikin lebih organik,” imbuh band ini lagi.

Hardcore menjadi kendaraan utama dalam mengobarkan “Seruan Abadi”. Berawal dari sang gitaris yang terinspirasi dari vibe film aksi, sehingga timbul keinginan membuat musik yang bernuansa sinematik tapi brutal.

“Kami bikin struktur yang emosional: intro horor buat build-up kemarahan, bagian tengah chaos total, lalu kami selipkan groove blues-funk sebagai simbol ‘kemenangan’ di akhir. Liriknya pure punk energy, ditulis bareng sama bassis dan dramer kami.”

Para personel Reaper Trap mengungkap dengan jujur, bahwa mereka berusaha jujur dengan kemampuan teknikal yang mereka miliki, dalam mengeksekusi “Seruan Abadi”. Mereka bereksperimen tanpa harus memikirkan banyak hal atau banyak pertimbangan.

“Biar kreativitas mengalir natural aja. Kami coba dengan sentuhan heavy metal buat punch yang lebih maskulin dan musik modern biar lebih clarity, sementara liriknya tetap pakai spirit punk klasik. Tujuannya buat ekspresi aja, tapi hasilnya malah jadi hardcore.”

Formula itu, lalu berkembang menjadi tantangan tersendiri. Karena menurut band ini, memainkan hardcore seperti olahraga. “Bikin keringetan. Tempo cepat bikin adrenalin pumping, sekaligus latihan disiplin buat tetap tight di tengah chaos!”

O ya, “Seruan Abadi” sendiri menyerukan lirik tentang keresahan sebuah kaum/kelompok yang sedang mereka hadapi, untuk kembali semangat dan menyuarakan harapan dan pentingnya optimisme.

Melalui lagu ini pula, Reaper Trap ingin memberikan musik yang semangat dan kejujuran atas pikiran-pikiran yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Dengan rilisnya “Seruan Abadi” (saksikan video musiknya di tautan ini), Reaper Trap berharap bisa memberi dampak positif dan dapat diterima oleh masyarakat yang memiliki keresahan yang sama.

Setelah itu, mereka berharap di akhir tahun, Reaper Trap bisa melahirkan sebuah album. Kini sudah mereka jalankan prosesnya, dan telah mencapai sekitar 40% dari keseluruhan produksi. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.