Repton kembali menyapa skena musik ektrim, dengan mengingatkan kita akan borok politik di Tanah Air, lewat lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “Marsinah”.
Pesan di lagu itu menyiratkan kisah tragis seorang aktivis perempuan yang telah memperjuangkan hak-hak buruh. Marsinah, seperti halnya sebagian besar kita, adalah korban dari suatu mesin kekuasaan dan kekerasan era Orde Baru.
“(Kami) Sekarang lebih mengilustrasikan tentang kisah nyata dibanding fiksi, maka dari itu lahirlah single ‘Marsinah’,” seru pihak Repton kepada MUSIKERAS.
Penggarapan produksi “Marsinah” ini diproduseri oleh gitaris Repton, Afriansyah, serta juga menampilkan ocehan rap dari Teguh Maulana serta DJ Dai.
Afriansyah, vokalis A Rivana R., gitaris Teguh Maulana, bassis Ichsan Paj serta dramer Asep Saepul Rahman (Aged) mengerjakan produksi “Marsinah” selama sekitar dua bulan, di empat studio berbeda.
“Untuk vokal dikerjakan di EXR Studio, gitar dan bass di Argonian Records, dram di Geds Studio, lalu mixing dan mastering dikerjakan Afriansyah di Nazgul Studio,” tutur unit brutal death metal asal Sukabumi, Jawa Barat ini mengungkapkan.

Slam Boys
Selain tema lirik yang kini menyinggung hal nyata, peracikan formula musikal Repton juga mengalami pergeseran. Menurut mereka, kini lebih didominasi groovy slam riffs.
“Jadi berbeda dibanding materi sebelumnya (yang) lebih didominasi blastbeat part. Jadi yang sekarang dibalik.”
Untuk mendapatkan nyawa mesin pelontar yang tepat, agar penyampaian pesan di lirik lebih maksimal, mereka meracik komposisi serta aransemennya dengan mendengarkan dan menyerap beberapa referensi luar.
“Kami lebih banyak mendengarkan band-band slam asal AS seperti Devourment, Internal Bleeding, Cephalotripsy, Boltcutter.… Kadang juga dengerin musisi rap seperti Beastie Boys.”
Disamping itu, memuntahkan “Marsinah” juga dimaksudkan sebagai pemanasan atau alarm menuju perilisan album split. Tahun ini, Repton bakal berkolaborasi dengan Psycorpse, unit D-Beat Slammer asal Bandung yang merupakan proyekan dari personel Taring dan Turbidity.
Lalu pada 25 Januari 2026 mendatang, Repton juga bakal menggelar pesta perilisan lagu “Marsinah“.
Sementara ini, lagu “Marsinah” baru tersedia dalam format fisik (CD), dimana perilisannya dipercayakan kepada pihak label rekaman independen Underrated Records.
Video musik lagu “Marsinah” bisa disaksikan di tautan kanal YouTube ini. (Mdy/MK01)
Lirik “Marsinah”:
Agghhh, melawan penindasan
Suara tidak bersuara
Hilang tak berbekas, setelah aksi mogok membara,
Ditemukan tak bernyawa, di rimbunnya hutan jati, pura – pura.
Luka di tubuhnya bercerita, horor yang tak terucap,
Pembunuhan keji, dibungkus rapi, kebenaran dirampas.
Di jalan yang lurus, dia berjalan.
Membawa Harapan, untuk keadilan.
Melawan, menghilang
Melawan, terbunuh
Oh, Marsinah
Oh, Marsinah
Kau pahlawan bagi kami
Kau akan selalu dikenang.
Aagghhh, melawan penindasan
Suara tidak bersuara
Aagghhh, terlaknat… terlaknat
Aagghhh
Siapa dalangnya? Mengapa harus dia yang pergi?
Pertanyaan menggantung, tak terjawab, hingga hari ini.
Korupsi dan intrik, bayangan hitam yang menyelimuti,
Kasus Marsinah, cermin buram demokrasi yang mati.
“ Marsinah dikenang karena perjuangannya,
dalam memperjuangkan hak – hak buruh dan melawan
penindasan di tempat beliau bekerja,
Marsinah adalah icon perlawanan dari kaum buruh di
era Orde Baru”.