Browsing Category
Lokal
2167 posts
MATRA: Eksplorasi Metalcore yang Personal
Sebuah lagu rilisan tunggal bertajuk “Breathing Through The Break” menjadi karya debut MATRA, sebuah proyek musikal dari mantan gitaris Sister Murder.
UNDIMENSION: Kini Death Metal yang Sinematik
“Dogma Karsa Petaka”, rilisan tunggal terkini Undimension menjadi penanda penting menuju peluncuran album penuh perdana mereka, “Imperium Manifestopia”.
SCYLLA: Antara Polyrhythm Djent dan Metalcore
Panaskan jalan menuju perilisan albumnya, Scylla perdengarkan rilisan tunggal terbarunya yang lebih modern, namun tetap punya identitas mereka yang kuat.
PROFAN: Buang Sial di Oplosan Metal
Merasa nama lama bandnya membawa sial, Profan pun dicetuskan untuk sebuah semangat baru, memutus kebuntuan selama hampir satu dekade.
COCKPIT Menolak Punah, Dilanjutkan COCKPIT+
Band rock cover version yang konsisten sejak terbentuk awal era ’80-an, Cockpit kini berinkarnasi lewat penerus biologisnya, Cockpit+.
PURE WRATH: Evolusi untuk yang Perlahan Mati
Amunisi baru menuju peluncuran album “Bleak Days Ahead” kembali ditaburkan Pure Wrath. Eksplorasi sonik terdalam dalam konteks black metal.
ESH: “Kami Malas Bersaing dengan Band Metal!”
Unit cadas baru bernama ESH, dihuni musisi-musisi lama, namun bertekad memberi gairah baru di garapan musiknya, lewat karya lagu debutnya.
BILLFOLD: 1 Juni 2026 Rilis Album Baru
Mendekati peluncuran album penuh terbarunya, Billfold melepas lagu tunggal pemanasan keduanya, yang menegaskan marwah musik band ini.
TREDENS: Metalcore/Post Hardcore Tanpa Batas
Album mini (EP) debut Tredens bertajuk “Phases Of Faces” dirilis, dan menjadi langkah mereka dalam memperkuat identitas di skena ‘bawah tanah’.
CLOATH: Kekacauan Hardcore dari Tanah Rencong
Usai muntahkan dua lagu rilisan tunggal pemanasan, Cloath yang berasal dari Aceh, Sumatera ini langsung menggebrak lewat sebuah karya album mini (EP).
KILOMETER: Barisan Api Perlawanan Hardcore
Di album “Reign Over Fire”, Kilometer kobarkan api perlawanan yang menolak padam, dalam kebisingan serta keliaran hardcore yang lebih dewasa.
LIVINGSICKNESS: Tiupan Saksofon dalam Modern Rock
Dengan pendekatan yang eksploratif dan emosional, Livingsickness kombinasikan alternative rock dengan modern rock di album mini (EP) debutnya.
SERINGAI: Menghantam Lebih Keras
Lewat muntahan “Sejati” | “Senarai Feses”, Seringai menolak runtuh. Nyalakan sinyal album baru, dengan dukungan kekuatan segar di lini gitar.
IGMO: “Kami Melampaui Hard Rock Konvensional.”
Berjudul “Absurd, Artificial, Potential”, IGMO terapkan formula rock berkontur heavy metal yang beradu dengan pelog Jawa di album keduanya itu.
GOODBYE BLVESKY: Konflik Mental dalam Atmosfer Metalcore
Dengan geberan metalcore glitchy, gelap dan eksplosif di lagu terbarunya, Goodbye Blvesky hadirkan eksplorasi tentang konflik identitas di era digital.