Infernal Lamentations tidak membiarkan bara kreativitasnya meredup, usai menggebrak lewat “Hierophany”, lagu rilisan tunggal debut mereka yang dilepasliarkan pada 8 Maret 2024 lalu.
Sejak 16 Agustus 2024 lalu, band yang menganut paham symphonic technical deathcore tersebut langsung tancap gas lagi. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Infernal Lamentations melontarkan lagu baru bertajuk “Revelation”, dimana eksekusinya melibatkan geraman vokal Matt McGachy dari unit death metal asal Kanada, Cryptopsy.
Kolaborasi dengan Matt McGachy tersebut memperkuat narasi di lirik “Revelation”, tentang kekuatan kuno yang menguasai tanpa rasa takut, dan semesta yang terhubung dalam kemarahan dan mimpi-mimpi gelap.
Cerita di lirik ditulis oleh vokalis Agustinus Widi (Haunted Era, Genocide), berpusat pada wahyu mengerikan yang terungkap dalam kehampaan, dimana kegelapan dan kesedihan bersatu secara abadi. Karakter utama dalam lagu ini, yang merasa terkutuk dan hilang, mendengar bisikan arkaik yang memerintah tanpa henti.
“Revelation” menggambarkan keindahan yang menakutkan, ketika matahari kuno membakar langit dan sungai-sungai mengalirkan darah, menandakan harapan yang memudar di tengah alam abadi. Predator mengelilingi dunia yang penuh keputusasaan, dengan mimpi buruk yang terus bertambah, dan tidak ada tempat untuk berlindung dari murka yang mendekat.
Widi yang sempat menghuni band Deadsquad dan Death Vomit bersama gitaris Agus ‘Gung Sincan’ Mahardika (Ludicia) memulai proses kreatif penggarapan “Revelation” dengan menentukan ide awal terlebih dahulu. Tentang tema apa yang akan ditulis atau diungkapkan.
“Setelah itu,” tutur Gung Sincan kepada MUSIKERAS, “Kami mencoba membuat prototype instrumen yang mengalami beberapa kali perubahan, demi mendapatkan hasil yang kami inginkan. Setelah itu Widi menuliskan lirik dengan tema yang sesuai dengan lagu. Prosesnya tergolong singkat.”
“Revelation” sendiri direkam Infernal Lamentations di studio Riverside, Yogyakarta. Sementara untuk vokal Matt McGachy, ia merekamnya di studio milik gitaris Cryptopsy, Christian Donaldson di Kanada. Ada pun ihwal keterlibatan Matt bisa terwujud lantaran Widi memang sudah berteman dengannya.
“Sehingga kolaborasi terjalin dengan mudah. Kontribusi Matt, mengisi vokal di beberapa part yang ada di lagu ‘Revelation’.”
Menurut pihak Infernal Lamentations yang juga dihuni dramer Oki Fadhlan Pamungkas (Jasad) serta bassis additional, Gilang Kinan Jati (Kaligula, Carnage, Whiteeyes), ada dua hal yang menjadi fokus saat menggodok “Revelation”.
Pertama, adalah aransemen yang lebih ketat (tight) dengan takaran tempo 340 BPM yang disebut Gung Sincan menjadi tantangan tersendiri bagi mereka pada saat melakukan rekaman keseluruhan instrumen.
“Yang kedua, tetap konsisten dengan konsep symphonic orchestra sebagai elemen di dalam materi ‘Revelation’, namun alunan orkestra tersebut tetap harus mengacu kepada tema lirik.”
Walau hanya satu lagu, tapi Gung Sincan mengakui banyak masalah yang kerap dijumpai Infernal Lamentations dalam rekaman “Revelation”. Misalnya, mulai dari mengatur posisi setiap mikrofon pada ruangan dram agar mendapatkan tangkapan suara yang diinginkan.
“Background noise yang ikut terekam menjadi salah satu tantangan bagi kami, karena kami melakukan proses rekaman di tempat semi indoor, terutama wind noise menjadi salah satu kendala. Dan yang terakhir adalah proses mixing dan mastering yang lumayan rumit karena kami bertiga punya selera sound yang cukup berbeda satu sama lain.”
Sementara ini, “Revelation” baru bisa ditonton atau didengarkan via kanal YouTube resmi Infernal Lamentations. (aug/MK02)
Menerjang kehidupan by : Yuan Sudrajat di Cijerah II Blok.15 No.03 RT.04 RW.20
40534